Beranda Regional Sri Rahayu kepada Pemuda: Saatnya yang Muda Memimpin

Sri Rahayu kepada Pemuda: Saatnya yang Muda Memimpin

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Dalam momen peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober, pemuda untuk mengambil bagian pada setiap kebijakan pembangunan yang digagas pemerintah. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil ketua DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina pada saat diskusi yang bertajuk “Peran Pemuda dan Putra Daerah Dalam Percepatan pembangunan”.

“Diskusi ini menjadi sangat penting untuk bisa menyatukan setiap visi dan misi dari kaum muda untuk membawa perubahan di berbagai sektor,” ujar Sri, Senin (29/10).

Menurutnya langkah diskusi ini juga merupakan bagian dari upaya untuk membangun kembali kesadaran anak bangsa untuk bisa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu ia telah menganugerahkan sebuah Indonesia yang indah, kaya, majemuk dan berbudaya tinggi. “Sebagai warga bangsa yang tekun beragama mari kita bersyukur kepada tuhan atas HUT 88 tahun Sumpah Pemuda dengan makin meningkatkan persatuan bangsa, makin cinta tanah air, makin setia dan bangga menggunakan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Dikatakannya, pemuda merupakan generasi penyokong bangsa. Pemuda juga merupakan generasi pengganti generasi tua yang sudah ada dan kini berperan aktif dalam pembangunan bangsa. “Saya merasa miris saat masyarakat sedang melaksanakan ekonomi kerakyatan. Belum ada bantuan. Padahal pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat sudah banyak menurunkan bantuan, baik untuk pendidikan, maupun ketenagakerjaan,” ujarnya.

Lanjut dia, pemuda dan pembangunan daerah, sejalan dengan semangat desentralisasi, dengan pelimpahan kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kepada pemerintah daerah, membuka kesempatan bagi setiap masyarakat mengisi pembangunan daerah. 

“Pemuda sebagai elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Disinilah pentingnya pemuda memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam pembangunan daerah saat ini,” tuturnya.

Masih kata Sri, menerjemahkan peran-peran strategis yang memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan daerah, menjadi pilihan yang tidak boleh berlalu, tanpa pemaknaan dari pemuda. Praktik desentralisasi yang acapkali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus mendapat kontrol dari masyarakat.

 “Pemuda harus menyadari jelasnya, bahwa harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaulatan sepenuhnya untuk rakyat, dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat, ” pungkasnya.(kb)