Beranda Regional Sudah Tiga Bulan, Guru Honorer di Kota Bekasi Resah

Sudah Tiga Bulan, Guru Honorer di Kota Bekasi Resah

BEKASI, TVBERITA.CO.ID- Sebanyak 3.800 Guru Tenaga Kerja (GTK) atau guru honorer mulai resah karena belum menerima gaji dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Pasalnya, sejak bulan Agustus, September dan Oktober ini, Pemkot Bekasi belum juga mencairkan hak mereka sebagai tenaga kerja.

Atas keterlambatan ini, Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Bekasi, Firmansyah, menilai Pemkot Bekasi, tidak transparan dan konsisten memperhatikan kesejahteraan para pegawainya khususnya GTK.

Menurut Firmansyah, alasan Pemkot Bekasi melakukan pergeseran anggaran dianggap sebuah alasan yang sulit dipahami. Sebab, sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, menyatakan bahwa pencairan gaji GTK tinggal menunggu rapat pleno DPRD Kota Bekasi.

“Waktu itu kita diminta menunggu sampai rapat pleno dari DPRD. Setelah rapat pleno sudah dilaksanakan sampai sekarang gaji kita juga belum cair. Inilah yang kita anggap tidak transparan dan konsisten,” ungkapnya kepada Wartawan, Selasa (16/10).

Dijelaskan Firmansyah, ada beberapa sumber pembiayaan tunjangan bagi para GTK yakni, dari belanja pegawai, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Kota Bekasi.

Hal itu tertuang dalam Petunjuk Teknis (Juknis) BOS pusat yang menyebutkan bahwa, tunjangan gaji GTK dialokasikan sebesar 15 persen dan 40 persen dialokasikan dari BOSDA.

Kedua sumber dana BOS itulah kata Firmasyah, yang mestinya bisa dicairkan terlebih dahulu, karena biayanya telah dialokasian selama dua belas bulan.

“Kita bingung, sebab jika alasan keterlambatan karena ada kendala pada belanja pegawai pada APBD 2018 mungkin bisa dimaklumi. Seharusnya, gaji GTK itu kan bisa dibayar dulu menggunakan dana BOS pusat dan daerah. Kan kalau ditanggulangi dulu dari dana BOS sekitar Rp 700 sampai Rp 1,2 juta per bulannya, itu kan lumayan buat menutupi kebutuhan operasional kami,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebagian besar guru honorer mulai resah atas keterlambatan gaji yang tak kunjung cair hampir tiga bulan ini. Jika Pemkot Bekasi tidak segera mengantisipasinya, maka dikhawatirkan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di sekolah.

“Operasional kami dari mana? kalau sampai gaji kita tidak cair. Kalau seperti ini terus kan bisa mengganggu aktifitas belajar mengajar di sekolah,” tandasnya. (cr1/fzy)