Beranda Regional Sungai Alami Pendangkalan, Warga Situdam Minta Normalisasi

Sungai Alami Pendangkalan, Warga Situdam Minta Normalisasi

JATISARI, TVBERITA.CO.ID- Banyaknya endapan lumpur di bak pembagi aliran Sungai Situdam dibersihkan puluhan petugas lapangan pengairan, Senin (4/2).

Pasalnya, endapan lumpur mengakibatan kurang lancarnya aliran air yang dialirkan ke berbagai sungai baik ke wilayah pengairan Desa Jatisari maupun Desa Cirejag.

Menurut Kusnadi (45) salah satu petugas lapangan bahwa sepanjang aliran Sungai Situdam dari Bendungan Barugbug terjadi pendangkalan lumpur. Sehingga banyaknya endapan lumpur perlu dibersihkan agar aliran sungai dapat menampung debit air yang normal.

“Pembuangan lumpur yang berada di bak pembagi sebagai perawatan. Sebab jika tidak dibersihkan akan berdampak kurang lancarnya pasokan air,”katanya kepada TVBERITA.CO.ID.

Dikatakan Kusnadi, sepanjang aliran Sungai Situdam sudah terjadi pendangkalan perlu dilakukan normalisasi. Agar lumpur yang mengendap di bantaran sungai dapat diangkat ke permukaan.

“Sudah banyak endapan lumpur, tanah dan pasir di bantaran Sungai Situdam perlu dibersihkan,” tandasnya.

Selain itu, kata Kusnadi agar masyarakat tidak buang sampah ke sungai. Meskipun tidak banyak sampah yang dibuang masyarakat tetap saja akan berdampak terganggunya saluran air.

“Masih terlihat banyaknya tumpukan sampah dan lumpur. Saya berharap supaya warga tidak lagi buang sampah ke kali atau sungai,”paparnya.

Sementara Epin Aripin(48) Tokoh masyarakat Desa Situdam mengatakan agar pihak pengamat pengairan Bendungan Barugbug supaya melakukan normalisasi Sungai Situdam. Karena endapan lumpur sudah tebal.

“Harus dilakukan normalisasi dibantaran Sungai Situdam. Sebab sudah terjadi pendangkalan yang luar biasa,”katanya.

Perlunya normalisasi sungai sambung Epin Aripin. Agar saluran air dapat menampung debit air. Apalagi pada saat musim hujan. Kondisi air perlu diatur agar air tidak naik ke permukaan.

“Pokoknya perlu dilakukan normalisasi disepanjang aliran sungai. Agar pasokan air ke areal pertanian berjalan dengan normal,” pungkasnya.(cr3/ris)