Beranda Regional Taman Sri Baduga, Inovasi dari Bupati Purwakarta

Taman Sri Baduga, Inovasi dari Bupati Purwakarta

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Taman Sri Baduga Maha Raja, atau lebih di kenal sebagai Taman Air Mancur terbesar di Asia Tenggara, merupakan salah satu lokasi yang menjadi pusat kunjungan masyarakat dari berbagai daerah ketika datang ke Purwakarta. Taman ini terletak di Kompleks Situ Buleud, Jalan Siliwangi Purwakarta Kota.

Biasanya taman dengan luas lima hektar ini ramai dikunjungi setiap Sabtu malam. Karena disetiap akhir pekan dihelat pergelaran air mancur yang indah dan menari nari dengan ketinggian semburan mencapai 16 meter ditambah sajian animasi yang berasal dari aqua screen yang mengiringi setiap hentakan musik.

Tidak hanya itu, Taman Sri Baduga memiliki daya tarik lain. Taman ini adalah satu dari sekian banyak taman di Purwakarta yang biasa dijadikan masyarakat setempat untuk menjemput datangnya pagi dan melakukan olahraga setiap hari Minggu pagi, bahkan kini hari-hari biasapun digunakan warga untuk melakukan olahraga pagi maupun sore di seputar Taman Sri Baduga ini

Kegiatan olah raga itu dilakukan di area taman yang disediakan fasilitas berupa track yang sengaja dibuat untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu ada yang lebih menarik lagi pada setiap hari Minggu, masyarakat diperbolehkan masuk areal dengan menikmati track yang dilengkapi dengan bebatuan yang juga dilengkapi batu terapi kesehatan, selain itu saat menyambut pagi warga juga diperbolehkan memberi makan beribu ikan yang sengaja dipelihara didanau Situ Buleud yang menjadi area air mancur.

Areal Situ Buleud disulap oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjadi taman kota yang indah nan mempesona pada tahun 2013 lalu, menngundang berjuta decak kagum dari masyarakat Purwakarta dan luar Purwakarta yang singgah ke Taman Sri Baduga ini, bahkan Presiden RI Joko Widodo memberikan aplaus untuk Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk ide inofatifnya menyulap Situ Buleud yang sebelumnya bukan tempat tujuan yang dipandang sebelah mata kini menjadi pusat kekaguman dari kalangan manapun.

“Kalau pagi hari di Situ Buleud ini dari dulu memang ramai, menjadi tempat olah raga saat pagi dan sore hari. Tapi kalau dulu tidak senyaman sekarang, kalau sekarang kan selain disediakan tracknya juga dilengkapi dengan taman-taman yang indah, dan lokasi ini kini menjadi hot spot yang kerap sebagai tempt berkumpul warga,” kata salah seorang warga yang menyambut pagi di Taman Sri Baduga sambil berolah raga, Doni Respati.

“Kalau saya memilih berolah raga pagi, walaupun hari-hari lainnya warga juga kerap melakukan olah raga pagi, ya lari-lari saja sambi membakar kalori mengelilingi taman yang segar ini, tidak lari, ya keliling taman Sri Baduga ini sambil jalan. Kalau saya bersama teman – teman rutin ke taman ini, dua atau tiga kali dalam sepekan,” ujar Doni.

Ketika datang di pagi hari ada kesan tersendiri bagi Doni dan pengunjung lainnya. Apalagi kehadiran sang surya saat menyapa alam jagad raya. Yaitu dengan cara menyambutnya di bagian sebelah barat kawasan itu.

“Kalau mentari muncul, disini terasa lebih indah. Karena kehadirannya disambut dua gapura yang menjulang menghapit Badak putih. Jadi ada frame sekaligus untuk kita foto – foto dan dijadikan latar bagi foto kita, dan banyak spot lainnya yang bisa dijadikan lokasi untuk berfoto,” tutur Doni.

Selain Doni, dikatakan pengunjung lainnya Detty Nurbaeti, yang membuat ia ketagihan untuk berolah raga pagi di taman tersebut yakni kesan ramah lingkungan. Apalagi beragam bunga nan indah yang bermekaran menjadikan kesan tersendiri.

“Kalau perempuan itu tidak lepas dari bicara keindahan, apalagi dengan taman – tamannya yang indah. Aneka macam bunga kan disini ada jadi pandangan mata bisa segar,” katanya.

Hal lain, pengunjung bakal dibuat semakin nyaman karena disekeliling taman juga terdapat pemandangan lain yaitu dengan adanya air mancur mini serta tersedianya bangku – bangku khusus untuk beristirahat untuk melepas lelah.

“Terus disini juga ada air siap minum, jadi disetiap titik air minum itu disiapkan dan bisa langsung kita minum dari kerannya kalau haus”jelas Detty.

Bupati Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi dengan pemikiran inofatifnya telah berhasil merubah beberapa tempat maupun gedung menjadi sebuah pusat kunjungan warga yang berbeda dengan Kabupaten lainnnya, dan dengan keberhasilan Bupati Purwakarta ini, kini Purwakarta dikenal bukan hanya di skala nasional, bahkan Purwakarta kini dikenal hingga mancanegara, bahkan penghargaan dari berbagai kategori telah dikantongi Kabupaten Purwakarta. (trg)

 

Selain menjadi sarana berolah raga bagi masyarakat lokal di Purwakarta, dalam satu tahun terakhir Taman Sri Baduga Maha Raja juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta.

“Kalau saya dari Lampung, saya ada agenda kerja sekalian ingin tahu Purwakarta. Kalau bicara taman ini keren banget, karena saya tadi juga jalan ke taman kota lainnya di sekitar kompleks pendopo ya. Pokoknya ada kesan tersendiri ya ketika melihat konsep tata kota seperti ini. Mudah – mudahan suatu saat di daerah saya juga ada sarana seperti ini,”cetus Ari Samrulrizal.

Sementara, dari cerita masyarakat setempat Taman Sri Baduga Maha Raja atau dikenal sebagai Situ Buleud dengan luas hampir lima hektar adalah danau alam yang masa lalunya hanyalah kubangan tempat pemandian Badak. Seiring waktu pemandian badak yang berbentuk bulat itu dikenal sebagai obyek wisata Situ Buleud, Situ dalam bahasa Indonesia adalah danau dan Buleud berarti bulat. Sejak kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi Situ Buleud semakin berkembang dan dibangun setiap tahunnya hingga dikenal menjadi destinasi wisata berkelas dunia.(adi/ris)