Beranda News Tangani Sampah, DLHK Karawang Dapat Bantuan Dana dari Bank Dunia

Tangani Sampah, DLHK Karawang Dapat Bantuan Dana dari Bank Dunia

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, siap mengelola bantuan dari Bank Dunia (World Bank) terkait penanganan sampah.

Kesiapan ini ditandai dengan dipersiapkannya 4 wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, yakni: Jayakerta, Jatisari, Pangkalan/Tegalwaru, dan Jatisari. Dengan luas masing-masing lahan sekitar 2000 Meter.

Di mana ditahun 2020 mendatang, secara bertahap wilayah-wilayah ini akan mulai dipersiapkan untuk menjadi tempat pengelolaan sampah, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

“Langkah awal kita akan memfokuskan terlebih dahulu di Kecamatan Jayakerta, tepatnya di Desa Jaya Makmur. Mengapa kita fokuskan di Jayakerta, karena untuk meminimalisir sampah-sampah dari pantai utara: Pedes, Batujaya, Cibuaya, Rengasdengklok dan wilayah-wilayah lain yang terdekat,” kata Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, memaparkan kepada Tvberita, Rabu (4/12).

Lebih lanjut, Wawan mengulas, sejak Agustus 2019 pihaknya sudah melakukan beberapa kali rapat kaitan bantuan dana hibah persampahan dari Bank Dunia ini.

Di mana rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan melalui Pemprov Jawa Barat yang kemudian akan diberikan kepada Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat yang wilayahnya dilintasi Sungai Citarum, dan salah satunya adalah Kabupaten Karawang.

“Bank Dunia ini menyalurkan bantuannya melalui Pemprov Jawa Barat, kemudian diberikan kepada Pemda, dan bantuan hibah ini khusus fokus untuk penanganan persampahannya, dan masih menjadi bagian dari Program Citarum Harum. Sementara untuk karawang kita mengusulkan 4 titik, di mana kita komitmen dengan pemerintah pusat, bahwa dana tersebut diperuntukkan sebagai pembangunan gedung Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan peralatannya (alat berat). Sedangkan tugas pemerintah daerah (DLHK) yaitu pengadaan lahan dan biaya operasionalnya,” ujar Wawan mengulas.

Untuk 4 titik ini, Wawan menandaskan, akan dimanfaatkan untuk meminimalisir pembuangan sampah domestik ini ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.

Disinggung soal berapa besar bantuan yang diberikan Bank Dunia kepada DLHK Kabupaten Karawang kaitan penanganam persampahan ini, Wawan enggan menyebutkan, ia hanya mengatakan jumlah bantuan yang diberikan tidak sama per Kabupaten/Kota, tergantung tingkat permasalahan sampahnya .

“Bantuan Bank Dunia ini baru akan ditandatangani MoU-nya pada tanggal 5 Desember 2019 besok, antara Kementerian Keuangan dengan Bank Dunia,” pungkasnya. (nna/kie)