Beranda Regional Tanggul Jebol, Pemukiman Warga Terendam

Tanggul Jebol, Pemukiman Warga Terendam

KOTABARU, TVBERITA.CO.ID- Akibat intensitas curah hujan yang tinggi berdampak jebolnta Tanggul Sungai di dekat Perumahan Ekamas Pangulah Utara Kotabaru jebol, Rabu Malam(3/1).

 

Berdasarkan keterangan warga sekitar Perumahan Ekamas, jebolnya tanggul sungai di kawasan Perumahan Ekamas Desa Pangulah Utara,Kecamatan Kotabaru, sepanjang 10 meter. Akibatnya, air masuk ke permukiman warga dan menggenangi dengan ketinggian antara 30 sampai 30 centimeter.

Warga Perumahan Ekamas, Aep Saepudin menyampaikan bahwa sekitar 90 rumah terkena dampak tanggul jebol tersebut.

“Saat hujan lebat semalam, air bercampur lumpur masuk ke rumah warga. Soalnya hujan deras sekali sekitar dua jam lebih,”jelasnya saat ditemui di lokasi, Kamis (4/1).

Menurut Dandi, warga lainnya, jebolnya tanggul tersebut karena tidak kuat menahan luapan air akibat hujan deras terus menerus. Dan air kiriman dari wilayah Cikopo Purwakarta yang mengalir melalui sungai yang melintasi ke wilayah Kotabaru.

Ia menjelaskan hujan deras sejak pukul 17.00 WIB sampai malam. Berakibat meluapnya air Sungai Sasak Gombreng ke wilayah pemukiman perumahan.

“Banjir mulai terjadi pukul 22.30 WIB dan mereda pada tengah malam. Meski tidak parah, tapi beberapa rumah terendam banjir,” paparnya.

Warga khawatir akan adanya banjir susulan, karena intensitas masih tinggi. Sedangkan tanggul yang jebol belum diperbaiki.

“Mohon segera diperbaiki tanggul yang jebol. Supaya tidak terjadi lagi luapan air akibat intensitas curah hujan tinggi,”katanya.

Sementara itu, Aep Saepudin meminta petugas penanggulangan banjir dari BPBD Karawang dan Pemerintah daerah untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol.
“Perbaikan tanggul yang jebol segera diperbaiki dengan memasang tanggul darurat dari karung berisi pasir serta truk bambu sebagai penahan,” paparnya.

Ia juga meminta aliran Sungai Sasak Gombreng dari wilayah Desa Pangulah Selatan ke Desa Pangulah Utara untuk dilakukan normalisasi. Pasalnya,kondisi sungai diduga kuat terjadi pendangkalan. Sehingga pada saat hujan turun terus menerus tidak mampu menahan aliran debit air yang deras.

“Perlu dilakukan normalisasi sungai ke arah Pemukiman Perumahan Ekamas dan sekitarnya. Supaya pada saat musim hujan aliran sungai lancar dan tidak meluap ke pemukiman warga,”pungkasnya. (dej/ds)