Beranda Headline Telan Anggaran Rp 6,6 Miliar, Proyek RTH di Pasar Lama Rengasdengklok Mulai...

Telan Anggaran Rp 6,6 Miliar, Proyek RTH di Pasar Lama Rengasdengklok Mulai Digarap

RTH Rengasdengklok
Pemkab Karawang tengah melakukan pembersihan material di area pasar lama Rengasdengklok, Karawang. (Foto/istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang tengah menyiapkan ruang terbuka hijau (RTH) di pasar lama Rengasdengklok. Rencananya, RTH seluas 1,8 hektare ini akan menelan anggaran sekira Rp 6,6 miliar secara bertahap.

Pada tahap pertama pembangunan RTH dimulai dengan melakukan pembersihan sisa material lapak para pedagang yang nantinya akan dilakukan pemagaran (pondasi).

Kepala Bidang Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati (PKKH) Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Dede Pramiadi menuturkan, penataan RTH di Rengasdengklok dilakukan secara bertahap dengan dibantu masyarakat sekitar.

Baca juga: Sekda Karawang: Kerusuhan di Pasar Rengasdengklok Sudah Tindakan Kriminal

“Saat ini kami sudah masuk ke tahap pertama. Anggaran tahap pertama sebesar 1,6 milliar dan untuk tahap selanjutnya diperkirakan akan memakai dana sebesar 5 milliar,” sebut Dede saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/12).

“Pemagaran di tahap pertama ini kita targetkan 60 hari juga selesai,” ujar Dede.

Siapkan monumen lokomotif

Adapun fasilitas yang akan dibangun meliputi fasilitas umum seperti mesjid, playground, plaza, dan akan ada monumen lokomotif juga sebagai simbol sejarah.

Baca juga: Bupati Karawang Tuding Oknum LSM Jadi Biang Keladi Kerusuhan Pasar Rengasdengklok

“Di RTH ini bukan hanya bicara tanah yang dihijaukan saja, konsepnya bukan sebatas itu. Biar elok fasilitasnya ada mesjid, playground, plaza untuk aktivitas bermain warga dan akan ada area monumental lokomotif sebagai simbol bahwa dulu di sini pernah ada stasiun kereta,” imbuh Dede.

Dede menegaskan, pembangunan RTH ini di samping untuk menambah paru-paru kota, juga menjadi pilihan destinasi wisata warga sekitar yang sarat edukasi.

“Ada sisi edukasi; tamanannya tidak asal-asalan. Konsep utamanya akan dipilih jenis tanaman yang merepresentasikan wilayah tersebut, contohnya pohon waru, pohon Jambe dan lain-lain,” tegasnya. (cr1)