Beranda Headline Terungkap! Dalang Pembunuhan Bos Rumah Makan Ternyata Istrinya Sendiri, Motifnya Sakit Hati

Terungkap! Dalang Pembunuhan Bos Rumah Makan Ternyata Istrinya Sendiri, Motifnya Sakit Hati

KARAWANG – Polres Karawang akhirnya mengungkap kasus pembunuhan bos rumah makan, KA (54). Enam pelaku berhasil diamankan. Satu di antaranya adalah istri korban yang merupakan otak pembunuhan.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, pada 3 November 2021 pihaknya berhasil menangkap para pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, pada Rabu (3/11), akhirnya kami berhasil menangkap 6 pelaku di rumah dan kontrakannya. Dan salah satu otak pembunuhan KA merupakan istrinya inisial NW (49),” ungkapnya.

Baca juga: Pengusaha Karawang Dikeroyok Hingga Tewas, Polisi Masih Buru Pelaku

Empat pelaku lainnya yang diamankan, berinisial H, BN, RH, dan MH. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran polisi (masih DPO)

Motif sakit hati

Aldi menyebut, aksi pembunuhan ini sudah direncanakan sejak September 2021 lantaran motif sakit hati.

“Motifnya dendam dan cemburu. Istri korban sakit hati dengan prilaku korban. Korban ini sering meminta uang kepada istrinya, dan diam-diam punya wanita simpanan lain,” jelas Aldi.

Kronologi pembunuhan

Saat kejadian, Rabu malam itu (27/10/2021) ketika korban sedang makan di Kedai Ayam Bakar di GOR Panatayudha, tersangka AM alias Otong menanyakan keberadaan korban ke NW (istri korban), kemudian istri korban menjawab sedang makan di GOR.

Mendapati keterangan NW, para tersangka berkumpul di dekat lokasi, tepatnya di sebuah Alfamart sebrang GOR.

“Kemudian AM pura-pura membeli air di kedai ayam untuk memastikan korban ada di situ, ketika korban mulai keluar sekitar pukul 11 malam para pelaku mengikuti korban dan ketika mau sampai di rumah korban, di situlah pelaku menghabisi nyawa korban,” ucapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, senjata tajam (sajam), handphone, hingga sepeda motor para pelaku yang sempat terekam CCTV saat menjalankan aksinya.

Baca Juga :   BIAN 2022 Jawa dan Bali Resmi Dimulai, Gubernur RK Ingatkan Hal Ini

Sementara pelaku akan diganjar dengan KUHPidana Pasal 340, dengan ancaman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (kii)

Artikel sebelumnyaAwal 2022, Komisi X DPR RI Dorong PTM Bisa 100 Persen
Artikel selanjutnyaMengintip Repotnya Kampanyekan Hidup Sehat di Kawasan Rawan Banjir