Beranda Headline Terungkap! Mayat Perempuan di Kampung Buher Bukan Pembunuhan

Terungkap! Mayat Perempuan di Kampung Buher Bukan Pembunuhan

Misteri kematian yang menyelimuti DW (28) terungkap saat proses rekonstruksi, Kamis (1/4) di Mapolsek Klari Kabupaten Karawang.

Terungkap dalam rekonstruksi, DW yang ditemukan tidak bernyawa di Kampung Buher, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat pada Senin (15/3) lalu bukan merupakan korban pembunuhan.

Di depan keluarga korban dan awak media, dua pelaku masing-masing berinisial TA (26), dan MKA (30) mereka ulang 34 adegan di dua TKP berbeda.

Adegan pertama dimulai ketika tersangka TA menjemput korban di sebuah minimarket menggunakan sepeda motor. Ketika itu korban diantar pacarnya.

“Di perjalanan korban minta diantar pulang ke rumah korban. Tapi tersangka menolak karena hari masih gelap, dan tersangka masih bekerja,” kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliesta Ageng Wicaksana, Kamis (1/4).

Motor pun berbelok ke arah rumah tersangka MKA di Kampung Kepuh Kelurahan Karangpawitan. Di sana, TA menitipkan korban ke MKA. Korban kemudian tidur di salah satu kamar. TA lalu kembali bekerja sebagai sopir pengantar ayam.

“Karena merasa mual, korban titip minuman segar ke tersangka TA,” jelas Kasat Reskrim.

Tidak berapa lama, MKA mendengar korban batuk-batuk. MKA lalu masuk ke dalam kamar. Di sana, mulut dan hidung korban mengeluarkan darah. Sprei tempat tidur korban pun sudah basah oleh darah.

Panik, MKA berinisiatif menjemput TA ke tempat kerjanya.

Singkat cerita, MKA dan TA memeriksa kondisi korban. Ternyata setelah dicek denyut nadi, korban sudah tidak bernyawa. Sempat terjadi cekcok antara MKA dan TA.

“Tidak, terserah kamu. Pokoknya saya tidak mau ada korban di rumah saya,” kata Kasat Reskrim menirukan perkataan MKA ke TA.

Kedua tersangka kemudian memindahkan korban ke motor matik milik MKA. Korban disimpan di depan, sementara TA mengendarai motor dengan posisi tangan kiri memeluk badan korban, tangan kanan di stang.

Korban lalu dibawa dengan kondisi kaki terkulai menjulur ke aspal. Bagian kaki korban terseret sampai kira-kira 10 kilometer.

Di dekat TKP kedua, TA sudah tidak kuat membawa korban dan memutuskan membuang mayat di depan rumah kosong.

“Untuk menghilangkan jejak kematian, TA dan MKA membuang seprai berlumuran darah, ponsel, dan tas milik korban,” kata Kasat. (fyz)