Beranda Regional Tidak Lapor Kasus Covid-19, Satgas Karawang Tegur Keras Perusahaan 

Tidak Lapor Kasus Covid-19, Satgas Karawang Tegur Keras Perusahaan 

Belasan perusahaan di Karawang, didapati tidak melaporkan karyawannya yang positif. Perihal itu, Satgas Covid-19, memberikan teguran keras agar segera melapor.

Komandan KODIM 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo, mengungkapkan lebih dari 10 perusahaan abai terhadap kewajiban pelaporan, ketika ada karyawannya yang positif, hingga menyulitkan Satgas untuk melakukan tracing, dan tracking dalam penanganan covid-19.

“Ada lebih dari 10 perusahaan yang abai terhadap aturan, mereka tidak melapor kasus terkonfirmasi positif karyawannya, membuat kita dari satgas kesulitan melaksanakan Tracing, dan tracking,” kata Medi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 2 Satgas Covid-19 Karawang, saat dihubungi melalui telepon selular.

Ia menjelaskan, kecenderungan perusahaan tidak melapor, karena adanya ketakutan ditutup oleh satgas.

“Dari beberapa sidak ke perusahaan yang kami lakukan, kecenderungan perusahaan tidak melapor, karena takut ditutup Satgas, padahalkan tidak seperti itu, kalau mereka melaporkan kita bisa mengetahui lebih awal untuk ditracing di daerah wilayah masing-masing karyawan yang Isoman tersebut,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk saat ini jumlah positif yang ada di setiap perusahaan itu bervariasi.

“Jumlah yang positif dari klaster di industri bervariasi ada 30, 40 an kasus setiap perusahaannya,” katanya.

Soal antisipasinya, pihaknya telah memberikan surat peringatan, dan teguran keras terhadap perusahaan yang abai.

“Saat ini perusahaan yang tidak melapor lebih dari 10, dan kita hanya menegur keras dengan surat peringatan, dan mengingatkan untuk industri mematuhi, karena masih banyak yang abai, kalau untuk cabut ijin bukan kewenangan dari kami,” terangnya.

Selain itu, ia juga menekankan agar perusahaan menyiapkan tempat khusus untuk isolasi karyawannya yang positif.

“Kami sangat menyarankan untuk perusahaan menyewa hotel untuk tempat isolasinya, dan hal itu pun sudah ada dari perusahaan besar di Karawang, yang telah dikoordinir oleh Apindo, untuk menyewa hotel untuk isolasi. Mengapa di hotel, intinya lebih aman di hotel, kalau di pabrik itu tidak ada fasilitas khusus untuk penanganan. Nantinya, untuk ketersediaan nakes dan obat-obatan itu disediakan dari pemerintah,” tandasnya.

Artikel sebelumnyaAskun Minta DLHK Karawang Periksa IPAL RS Helsa Cikampek
Artikel selanjutnyaCegah Stunting, IP2KKB Karawang Terjun Langsung Edukasi Masyarakat