KARAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak tiga desa di dua kecamatan mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Hingga awal Juli 2026, BPBD masih melakukan pendistribusian air bersih secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karawang, Ferry Muharram mengatakan, tiga desa yang terdampak meliputi Desa Kutalanggeng di Kecamatan Tegalwaru serta Desa Kutamarga dan Desa Mulyasejati di Kecamatan Ciampel.
Baca juga: ODGJ Terlantar di Depan Panti Sosial Karawang Ditemukan, Kabid Dinsos: Sudah Dicukur dan Ganteng
Pendistribusian air bersih telah dilakukan sejak awal Juni berdasarkan permintaan dari pemerintah desa dan masyarakat.
“Jumlah warga yang terdampak selama ini mencapai 3.428 jiwa atau 1.228 kepala keluarga. Sejak 1 Juni hingga 3 Juli kami telah mendistribusikan 75.000 liter air bersih ke tiga desa di dua kecamatan,” kata Ferry.
Menurutnya, hingga saat ini kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa tersebut masih dapat dipenuhi melalui kolaborasi BPBD dengan Perumdam Tirta Tarum Karawang.
“Selama ini kami masih bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk tiga desa tersebut karena berkolaborasi dengan Perumdam Tirta Tarum. Kami terus melakukan distribusi secara kontinu dan memonitor kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ferry menjelaskan, BPBD terus melakukan pemantauan melalui petugas yang berada di wilayah kecamatan terdampak untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila dampak kekeringan meluas ke wilayah lain.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Japek KM 46 Akibatkan Jalur Arteri Karawang Macet Parah
Ia mengungkapkan, potensi bertambahnya wilayah terdampak masih terbuka mengingat berdasarkan data beberapa tahun terakhir terdapat empat kecamatan yang rawan kekeringan, yakni Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, dan Telukjambe Barat.










