
KARAWANG – Kebakaran terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cirejag, Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang pada Selasa, (9/6).
Peristiwa yang dilaporkan sekitar pukul 12.17 WIB itu menyebabkan sebagian bangunan dan sejumlah peralatan operasional mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kebersihan, Penanganan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, Willy mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, beberapa fasilitas di area TPST terdampak akibat kobaran api.
Baca juga: PMII Jabar Sebut SPMB 2026 Kacau, Nilai Disdik Gagal Jalankan Fungsi KCD
“Sebagian bangunan TPST Cirejag beserta sejumlah peralatan operasional mengalami kerusakan akibat terbakar. Namun tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan dan informasi dari pengelola, kebakaran diduga dipicu oleh suhu panas yang meningkatkan temperatur tumpukan sampah. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya akumulasi gas metana yang terbentuk di dalam timbunan sampah sehingga memunculkan titik api.
Setelah menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Proses pemadaman melibatkan petugas Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Karawang, aparatur Desa Cirejag, pengelola TPST, serta masyarakat sekitar.
Baca juga: Dua Perumahan PJT II Jatiluhur Belum Serah Terimakan PSU, Disperkim Sebut Sering Dipersulit
DLH bersama tim gabungan melakukan asesmen lokasi, pengamanan area, koordinasi lintas instansi hingga pemadaman secara intensif untuk mencegah api meluas ke bagian lain dari area pengolahan sampah tersebut.
Sementara itu, Kasi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Karawang, Rudi mengatakan pihaknya menerjunkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
“Laporan masuk pukul 12.17 WIB. Kendaraan pemadam langsung diberangkatkan ke lokasi,” katanya.
Menurut Rudi, api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Meski demikian, petugas masih harus melakukan proses pendinginan karena dikhawatirkan masih terdapat bara api di dalam tumpukan sampah.













