
Sekitar 30 hingga 40 persen di antaranya berada pada masa panen. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan terpal dan karpet serta memastikan gabah petani tetap diserap oleh Bulog meskipun dalam kondisi basah sesuai ketentuan harga.
Baca juga: Jembatan Ciselang Diresmikan, Akses Cikampek–Wadas Kini Lebih Lancar
Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah yang terendam dengan ketinggian air di atas 40 sentimeter sementara dialihkan ke sistem pembelajaran dari rumah hingga kondisi memungkinkan.
Aep menjelaskan, karakter banjir di Karawang sangat dipengaruhi oleh curah hujan di wilayah hulu seperti Bogor, Purwakarta, dan Bandung, mengingat Karawang merupakan titik pertemuan aliran Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
Untuk penanganan lanjutan dan pascabanjir, Pemerintah Kabupaten Karawang akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT), serta Kementerian PUPR guna meminimalkan potensi banjir berulang. (*)













