Beranda Regional Vaksin di Karawang, Ada PNS yang Menangis dan Menjerit Saat Disuntik

Vaksin di Karawang, Ada PNS yang Menangis dan Menjerit Saat Disuntik

Vaksinasi COVID-19 tahap 2 di Kabupaten Karawang membawa kisah seru. Dalam dua video berdurasi total tiga menit, seorang PNS kedapatan menangis dan sempat kabur saat akan disuntik vaksin.

Vaksinasi Sinovac tahap 2 di Karawang dilaksanakan mulai Senin kemarin (8/3), sampai Rabu (10/3) di area Aula Husni Hamid Pemda Karawang.

PNS bernama lengkap Yelu Manda (38) tersebut terekam menahan sakit saat akan disuntik vaksin. Bahkan, tiga tenaga medis dari Dinas Kesehatan Karawang turun tangan untuk menenangkan Yelu.

“Aduh sakit, jangan jangan bu aduh sakit,” kata Yelu dalam video yang direkam Senin (8/3).

Perlu waktu sampai dua menit bagi petugas medis untuk merajuk Yelu agar mau disuntik vaksin.

Ayah dari tiga putra tersebut dalam keterangannya di tempat terpisah ke awak media, bahkan sempat bersembunyi di masjid tidak jauh dari lokasi vaksin.

“Saya takut jarum suntik. Waktu vaksin kemarin saya sempat ngumpet di masjid,” kata Yelu di ruang kerjanya di kantor BKPSDM, Selasa (9/3).

Namun tanpa diketahui Yelu, pimpinannya di BKPSDM sudah mengambil nomor antrean atas nama dirinya. “Dapat antrean nomor 414, karena sudah dapat nomor, terpaksa saya ikut divaksin,” terang Yelu.

Drama penyuktikan vaksin tidak berhenti sampai di situ. Di aula, Yelu sempat berubah pikiran. Ia bersembunyi di antara tiang-tiang aula Husni Hamid. Kawan-kawannya sesama PNS sampai kesulitan menemukan keberadaan Yelu.

“Tidak apa-apa TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) saya dipotong pak, saya mending bayar lima juta rupiah pak,” lobi Yelu ke rekan-rekan sesama PNS sesaat sebelum ia ditarik ke meja vaksin.

Yelu mengaku, ia sebenarnya tidak takut disuntik. “Cuma saya tidak berani melihat jarum suntik. Saya takut,” katanya dalam logat Jawa-Cirebon.

Ketakutan Yelu terhadap jarum suntik ada ceritanya. “Jadi dulu waktu kelas 2 atau 3 SD, saya pernah dikuris (suntik vaksin polio), rasanya sakit sekali. Sejak itu saya takut disuntik. Pas ada suntik lagi, saya bersama kawan-kawan kabur, melewati sawah, sampai jatuh ke sungai. Sepatu saya sampai hilang sebelah gara-gara jatuh ke sungai,” kata Yelu mengenang sebab traumanya terhadap jarum.

Pengalaman buruk itu terbawa sampai sekarang. “Seumur hidup saya baru tiga kali disuntik. Termasuk suntik vaksin ini. Saya kalau sakit lebih baik cari dokter yang memberikan obat minum,” sambungnya.

Usai divaksin, Yelu mengeluh tangan kirinya linu. Ia juga merasakan kantuk yang hebat. Malamnya, ia tidak bisa tidur. “Terbayang-bayang jarum suntik kemarin,” katanya.

Meski trauma terhadap jarum suntik, Yelu tetap memaksakan diri menjalani vaksin kedua pada 22 Maret 2021 nanti. “Saya belum siap untuk divaksin kedua tapi saya beranikan diri demi kesehatan dan agar terhindar dari COVID-19,” tutupnya. (fyz)

Artikel sebelumnyaKunker ke Kota Bekasi, Komisi IV DPRD Bahas Sekolah Tatap Muka
Artikel selanjutnyaPertemuan Komisi dan Satpol PP Purwakarta, Akui Calon THL Dititip Oknum