KARAWANG – Video yang memperlihatkan sejumlah kendaraan mogok usai mengisi BBM tercampur air di SPBU Rengasdengklok, Kabupaten Karawang viral di media sosial.
Dalam video, si perekam memperlihatkan botol berisi BBM jenis pertalite berwarna kuning pekat.
Diduga BBM tersebut sudah tercampur air hingga berubah warna dan menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua dan empat mengalami kerusakan mesin.
Terlihat warga berkerumun di sekitar SPBU untuk menemui pihak pengelola. Mereka hendak menuntut kompensasi atas rusaknya kendaraan mereka.
Baca juga: Geger! Warga Karawang Temukan Bayi Masih Berlumuran Darah di Belakang Rumah Kosong
Penjelasan pengelola SPBU
Diketahui, SPBU yang menjual BBM tercampur air tersebut, SPBU 34.413.06 di jalan Proklamasi, Desa Aman Sari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Pihak pengelola, Teguh membenarkan BBM jenis pertalite yang dijual di tempatnya telah tercampur air.
Hal itu akibat hujan besar yang terjadi sejak Selasa (3/1) kemarin, sehingga menyebabkan rembesan air masuk ke tangki bawah tanah.
“Dan peristiwa ini tidak terlalu lama, cuma ada beberapa motor. Ketika ada motor yang mogok saat habis ngisi bensin, kita langsung cek kebenarannya, dan bensin atau BBM yang keluar dijual sekitar 100 liter,” ungkapnya, Rabu (4/1).
Ia menyebut, sebanyak 26 pengendara motor dan 4 pengendara mobil yang komplain karena kendaraannya rusak sudah diberikan ganti rugi.
Baca juga: Truk Muatan Bambu di Karawang Seruduk Bangunan Kios, Pedagang Bubur Tewas
“Mereka yang dirugikan sudah mendapatkan kompensasi sebesar Rp 500 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat atau mobil sebesar Rp 1 juta,” sebut Teguh.
“Semua kompensasi sudah kita selesaikan dan kita sudah melakukan pertanggungjawaban selaku pengelola,” jelasnya.
Namun ia mengingatkan agar masyarakat jangan memanfaatkan situasi di balik peristiwa ini.
Pasalnya, ia menyebut banyak pengendara lain yang mengklaim kendaraannya rusak dan ikut meminta ganti rugi.
“Banyak kendaraan yang datang dengan alasan untuk menuntut ganti rugi akibat kendaraanya mogok. Tapi setelah dimintai keterangan meleset semua, tidak sesuai dengan kejadian,” sesalnya.
“Jadi akibat musibah ini, masih banyak yang memanfaatkan juga,” jelas Teguh.
Atas kelalaian yang terjadi, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi secara internal dan lebih hati-hati dalam melakukan penjualan bahan bakar.
Manajemen, lanjut dia, memutuskan memberhentikan sementara operasional SPBU selama dua hari ke depan agar kejadian serupa tak terulang lagi. (*)









