Beranda Regional Wakil Rakyat Karawang Angkat Bicara Soal Kebocoran Pipa Gas Pindo Deli

Wakil Rakyat Karawang Angkat Bicara Soal Kebocoran Pipa Gas Pindo Deli

Karawang – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Taufik Ismil menanggapi tragedi kebocoran gas PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills.

Menurut Kang Pipik, sapaan akrabnya mendesak agar perusahaan bertanggungjawab atas dampak ditimbulkan, dan merealisasikan tuntutan warga.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini meminta agar pihak perusahaan bertanggungjawab atas dampak yang ditimbulkan.

“Masalah kebocoran gas PT Pindo Deli 2 ini kan pernah terjadi berulang. Jadi saya tegaskan untuk perusahaan harus bertanggungjawab, dengan memperbaiki kesalahannya, harus dibuatkan sitem pencegahan yang lebih mumpuni, dan terhadap warga sekitar juga penanganannya harus jelas, jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Kang Pipik juga menekankan, agar pihak kepolisian mengungkap penyebab kejadiannya.

“Apakah human eror, atau memang kelalaian, ini harus diungkap oleh pihak kepolisian, dan kalau memang ada unsur pidana, sesuai aturan harus ditindak,” tuturnya yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan Karawang.

Toto Suripto, Anggota Komisi IV yang sempat mengikuti mediasi antara warga, dan perusahaan, mengatakan dari hasil mediasi, warga meminta pihak perusahaan merealisasikan tuntutannya.

“Jadi ada 5 tuntutan warga kepada perusahaan, pertama meminta PT Pindo Deli 2 menganti pipa, menjadi pipa permanen yang sistemnya otomatis, bila terjadi kebocoran, langsung mati otomatis, kedua, terkait tenaga kerja, minta perusahaan memperkerjakan masyarakat sekitar, ketiga, penyediaan air bersih bagi warga, keempat adanya pemberian CSR dalam perbaikan infrastruktur warga, misal perbaikan jalan, pembangunan masjid, dan lain-lain, terakhir itu meminta ada uang kompensasi senilai 3 juta bagi warga yang terdampak,” kata Toto yang tempat tinggalnya berada di wilayah terdampak.

Apabila dalam tuntutan itu tidak bisa direalisasikan, warga akan menutup paksa perusahaan.

“Jadi kalau tidak direalisasikan, warga akan memaksa menutup perusahaan,” terangnya.

Ia juga mengakui telah memberikan arahan kepada perusahaan, agar tidak mengabaikan permintaan warga.

“Saya sebagai wakil rakyat, tentunya hanya mendesak agar aspirasi warga bisa direalisasikan oleh pihak perusahaan, jangan abai seperti yang sudah-sudah pada kebocoran tahun 2018, ada beberapa tuntutan seperti tenaga kerja, dan penyediaan air bersih, belum diwujudkan hingga kejadian kembali,” tandasnya.

Artikel sebelumnyaPemkot Bekasi Tindaklanjuti Terkait Penanganan Banjir DAS Cakung
Artikel selanjutnyaKualitas Air PDAM Keruh, Warganet Bandingkan dengan Air Irigasi