KARAWANG – Persoalan dugaan pungutan di lingkungan sekolah masih terus terjadi di Kabupaten Karawang. Teranyar, dugaan pungli itu terjadi di SMPN 1 Tirtamulya, Karawang.
Salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya, mengeluhkan adanya pungutan atau penyewaan buku paket yang dilakukan pihak SMPN 1 Tirtamulya.
Sumber itu mengaku awalnya bahkan diminta untuk membeli buku sebesar Rp 200.000,-. Namun karena tidak memiliki cukup uang, dirinya memilih penyewaan buku yang lebih murah.
Baca juga:Â Orang Tua Siswa Ngeluh Ada Pungutan Berkedok Sumbangan Sukarela di SMKN 1 Cikampek, Dipatok Rp 1,5 Juta
“Disuruh namah beli buku yang 200 ribu, kalau sewa itu buku paket sewanya 20 ribu beli dua, satu semester dua kali beli, setahun 20 rebu sewanya,” ungkapnya.
Sementara saat dikonfirmasi Kepala SMPN 1 Tirtamulya, Nazmudin mengelak bahwa pihak sekolah melakukan praktek sewa buku paket kepada siswanya.
“Buku paket di satir (SMPN 1 Tirtamulya) tidak disewakan pak. Buku di satir dipinjamkan ke siswa, gratis tidak dipungut biaya,” terangnya.
Baca juga:Â Negara-Negara Rentan Bencana Alam Tahun 2024: Siapa yang Terancam?
Kemendikbud: Buku Paket Didanai dari BOS
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang pihak sekolah mewajibkan buku tertentu untuk dimiliki oleh siswa.














