Beranda Regional Warga Keluhkan Ruas Jalan Simpang Jomin Tanpa Trotoar

Warga Keluhkan Ruas Jalan Simpang Jomin Tanpa Trotoar

KOTABARU,TVBERITA.CO.ID- Ruas jalan jalur Pantura Kotabaru dari simpang Jomin diminta masyarakat agar dipasang pembatas jalan. Pasalnya,lebar jalan ruas jalur Pantura Kotabaru sangat lebar. Jika tidak di pasang pembatas jalan akan berbahaya bagi para penyebrang jalan setiap harinya.
 
Menurut Ali  Sadikin(58) warga Desa Sarimulya Kecamatan Kotabaru bahwa ruas jalan dari arah Siimpang Jomin Kotabaru sekitar 2 KM perlu dipasang pembatas jalan. Karena arus mobilitas berbagai kendaraan padat siang dan malam melintasi Simpang Jomin.
 
“Untuk keselamatan bersama para penyeberang jalan atau pengguna jalan. Kiranya Pemerintahan Kabupaten Karawang memperhatikan ruas jalur Pantura Kotbaru yang belum ada pembatas jalan atau trotoar ditengah jalan,”katanya kepada KORAN BERITA,Minggu(21/10)
 
Dikatakan Ali, sepanjang jalan Simpang Jomin sampai Desa Pangulah Selatan Kotabaru sama sekali belum ada pembatas jalannya. Padahal kondisinya rawan kecelakaan lalu lintas dirus Sinpang Jomin sampai Sasak Gombreng SPBU Darussalam.
 
“Coba perhatikan sudah belasan tahun kondisi ruas jalur Pantura Simpang Jomin belum di pasang garis pembatas jalan. Sehingga anak-anak sekolah di SDN Pangulah Selatan I kesulitan saat nyeberang jalan baik jam masuk sekolah maupun pulang sekolah,”paparnya
 
Pemerintahan Kabupaten Karawang seharusnya peka terhadap keselamatan lalu lintas publik sambung Ali. Masyarakat itu hanya bisa mengeluh dan mengusulkan kepada Pemkab Karawang.
 
“Namanya masyarakat hanya bisa mengeluh dan usul. Semoga saja Pemkab Karawang peka terhadap keluhan masyarakat terkait pentingnya keselamatan umum,”tandasnya
 
Senada disampaikan Ety(46) Warga Desa Pangulah Utara Kotabaru. Ia merasa was-was apabila menyeberang jalan ruas jalur  Pantura Simpang Jomin.
 
“Diperkirakaan lebar jalan 12 meter. Jadi kalau nyeberang harus berdiri ditengah jalan. Kalau ada trotoarnya mungkin tidak terlalu berbahaya. Kalau sekarang berbahaya jika berdiri di tengah jalan. Sementara laju kendaraan sangat kencang baik arah Cirebon Jakarta maupun sebaliknya,”singkatnya(cr1/ris)