Beranda Regional Warga Kesal ke PT China, Pagar Pindo Delli 3 Dijebol

Warga Kesal ke PT China, Pagar Pindo Delli 3 Dijebol

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- PT CHINA FORTUNE LAND DEVELOPMENT (CFLD) dan PT Pindo Deli 3 bikin kesal ratusan warga Dusun Pegadungan, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang. Betapa tidak, akses jalan desa untuk aktivitas warga malah ditutup.

Kekesalan memuncak. Warga yang terisolir tersebut pada Selasa (23/10/2018) melakukan unjuk rasa menuntut dikembalikannya akses jalan desa yang telah ditutup dua perusahaan tersebut.

Unjuk rasa digelar sejak pagi hari setelah semalam daerah tersebut diguyur hujan deras. Hujan deras yang turun beberapa jam itu membuat jalan alternatif yang dilalui warga, setelah jalan desa ditutup, tidak bisa dilalui karena penuh dengan lumpur. Warga terpaksa menjebol tembok milik perusahaan tersebut yang menutup akses jalan mereka.

“Belum ada pengerasan karena hanya tanah dan pasir. Kalau terjadi hujan sudah pasti jalan ini tidak bisa dilalui. Jangankan untuk kendaraan, buat jalan kaki saja sangat sulit dilalui karena penuh lumpur yang cukup dalam. Semalam terjadi hujan dan terbukti warga tidak bisa melintas jalan tersebut,” kata Ketua LSM Lodaya Nace Permana, yang mendampingi warga dalam kasus penutupan jalan desa ini.

Menurut Nace, unjuk rasa yang dilakukan warga ini merupakan spontanitas karena warga tidak bisa melakukan aktivitasnya akibat jalan yang licin dan penuh lumpur. Anak-anak tidak bisa sekolah dan orang tua tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya karena terhalang tidak bisa melintas di jalan desa.

“Tuntutan kami agar jalan desa yang sudah ada sejak dahulu dikembalikan lagi kepada warga. Kami heran kok jalan desa tiba-tiba bisa menjadi milik perusahaan dan tidak mengetahui proses peralihan kepemilikan.” kata Nace

Menurut Nace, warga berusaha untuk bertemu manajemen perusahaan PT Pindo Deli 3 agar bisa mendapatkan akses jalan kembali yang saat ini sudah ditutup. Namun, karena belum ada tanggapan dari pihak manajemen, warga langsung menjebol pagar tembok yang terbuat dari lempeng beton.

“Ini aksi spontanitas warga dan kami minta kepedulian pihak perusahaan agar kami mendapatkan kembali akses jalan yang sudah ditutup. Jika aspirasi kami tidak didengar kami akan melanjutkan aksi yang lebih besar ke kantor bupati dan mendesak agar bupati mengembalikan akses jalan desa milik warga kami,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Humas Pindo Deli 3, Didin menjelaskan, jalan yang ditutup pagar beton adalah lahan milik PT Pindo Deli. Sebelumnya perusahaany membiarkan lahan iti digunakan untuk jalan karena memang belum terpakai perusahaan.

“Saat ini, lahan tersebut akan digunakan untuk perluasan pabrik, sehingga terpaksa kami pagar,” jelas Didin, melalui telefon.

Dijelaskan juga, sebelum menuntup akses menuju Dusun Pagadungan, Pindo Deli menyanggupi untuk membuat jalan baru menuju dusun itu. Namun, jalan baru yang akan dibangun Pindo Deli 3 itu, ternyata harus melintasi lahan milik PT CFLD. Ternyata PT CFLD tidak mengizinkan sebagian lahannya dipakai untuk jalan desa.

“Karena terbentur perusahaan lain, kami tidak bisa berbuat banyak. Intinya kami siap berdialog agar para pihak tidak dirugikan dalam masalah ini,” kata Didin.(kb/dbs)