Beranda Regional Warga Sempat Ancam Pindah Jadi Warga Purwakarta

Warga Sempat Ancam Pindah Jadi Warga Purwakarta

CIANJUR, TVBERITA.CO.ID- Aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Cigunungherang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur ke Gedung DPRD Cianjur, Selasa (13/3/2018), akhirnya membuahkan hasil manis.

Setelah didesak massa, pemerintah akhirnya bersedia mengalokasikan anggaran pembangunan jalan untuk wilayah yang berbatasan dengan Purwakarta itu, senilai Rp1 miliar tahun anggaran 2018, dan menambahnya lagi sebesar Rp7 miliar di tahun 2019 mendatang.

Kepastian disetujuinya pembangunan ruas jalan Cigunungherang sebagaimana ditegaskan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman di hadapan ratusan pengunjukrasa, sesaat sebelum massa bubar meninggalkan halaman kantor DPRD Cianjur.

Wabup mengaku pihaknya sudah mengomunikasikannya dengan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, terkait janji kepada masyarakat Cigunungherang. Bupati, sambung Herman, akhirnya menyetujui agar pembangunan jalan Cigunungherang masuk dalam alokasi perubahan anggaran 2018.

“Perubahan itu sekitar bulan Juni, Juli, besarannya sih senilai Rp1 M. Tapi itu nanti ada tambahan juga, pastinya di tahun 2019 kisaran nilainya sebesar Rp7 M. Totalnya jadi Rp 8 M,” kata Wabup seraya meminta maaf kepada massa dikarenakan Senin (12/3/2018) lalu tidak bisa menemui karena harus ke luar kota.

Sontak saja pernyataan yang disampaikan orang nomor dua di Cianjur itu disambut antusias masyarakat Cigunungherang. Gemuruh tawa riang gembira terdengar di seantero gedung wakil rakyat. Rasa letih penantian berpuluh-puluh tahun memimpikan bisa menikmati jalan mulus seketika saja sirna.

“Hatur nuhun Pak Wabup, mudah-mudahan tidak meleset lagi,” kata pendamping aksi, Hendra Malik yang diamini beberapa orang warga.

Melihat masih ada keraguan di raut wajah rakyatnya, wabup seketika mengambil langkah cepat dengan membuat sebuah surat pernyataan terkait pembangunan jalan tersebut. Wabup meminta agar perwakilan warga juga turut menandatanganinya.

Setelah surat pernyataan selesai ditandatangani, warga pun kembali bersorak. Tak ketinggalan Wabup pun larut dalam kebahagiaan itu. Berulang kali wabup dan kumpulan warga berfoto bersama.

Hingga akhirnya, beberapa saat setelah wabup pergi, berangsur-angsur massa pun membubarkan diri kembali ke Cigunungherang sambil membawa berita bahagia bagi sanak saudaranya.

Sementara itu, sebelum adanya kejelasan dari wabup, ratusan warga Desa Cigunungherang, Kecamatan Cikalongkulon mengamuk di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (13/3/2018) siang sekitar pukul 14.00 Wib.

Kedatangan massa ke kantor wakil rakyat itu untuk menagih janji bupati saat kampanye dulu. Dengan menggunakan puluhan kendaraan roda empat, massa aksi tersebut langsung turun dan melakukan orasi sambil membentangkan spanduk yang berisi tuntutan terhadap orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu.

Ina (25), seorang tokoh pemuda desa setempat mengatakan, sekitar 25 tahun warga di desa tersebut harus hidup dengan kondisi infrastruktur yang rusak. Jalan kabupaten sekitar 17 kilometer yang terbentang di desa itu tidak pernah tersentuh oleh pembangunan.

“Padahal saat kampanye, bupati berjanji akan segera memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah kami jika terpilih sebagai bupati. Tapi mana, hingga kini tetap saja kami hidup dengan jalan rusak,” kata Ina kepada wartawan, kemarin.

Ina bersama dengan 3000-an jiwa warga di Desa Cigunungherang menegaskan, akan pindah menjadi warga Kabupaten Purwakarta, jika Bupati Cianjur tidak juga memenuhi janjinya saat kampanye lalu.

“Kami sudah capek jika harus terus menunggu. Jangan biarkan kami menderita dengan kondisi jalan yang rusak. Kami siap pindah menjadi warga Kabupaten Purwakarta, jika Pemkab Cianjur tak memenuhi tuntutan kami,” pungkasnya.(KB)