Beranda Bekasi Sejumlah Pejabat Positif Covid, DPRD Kota Bekasi Perketat Protokol Kesehatan

Sejumlah Pejabat Positif Covid, DPRD Kota Bekasi Perketat Protokol Kesehatan

TVBERITA.CO.ID – Belum lama ini Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro angkat bicara dan  turut  prihatin terkait sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Bekasi, dan ASN di Sekretariat DPRD Kota  Bekasi  yang  terkonfirmasi Covid-19.

“Pemerintah Kota Bekasi harus memperketat kepatuhan protokol kesehatan di semua kantor  pemerintahan, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Tindakan harus berjalan masih termasuk proses tracking harus berjalan maksimal,” katanya.

“Khusus di perkantoran DPRD Kota Bekasi sendiri, bahwa anggota dewan sudah melakukan tes swab tiga kali. Untuk yang keempat ini baru dilakukan kepada 27 dewan. Untuk sisanya 23 dewan sudah melakukan tes swab juga,” ungkap  Chairoman J  Putro.

Dari pejabat yang terkonfirmasi Covid-19, salah satunya adalah pejabat di Sekretaris Dewan (Sekwan) yang masuk orang tanpa gejala (OTG). Diketahui dari data corona.bekasikota.go.id  menyisakan 22 pasien positif Covid-19 serta 115 orang dalam pemantauan (ODP).

“Terkait informasi ASN di bagian Sekretaris DPRD Kota Bekasi yang terkonfirmasi Covid-19 itu memang benar, karena berbarengan dengan 4 ASN Kelapa Dinas di Pemerintah Kota Bekasi,” papar Sekretaris DPRD Kota Bekasi Mohammad  Ridwan saat dikonfirmasi usai Apel Pagi, Senin (20/7/20) di plaza Kantor Walikota Bekasi.

Ridwan membenarkan, Lusiana yang divisinya  sebagai Kepala Bagian LPP DPRD Kota Bekasi  stelah diketahui positif Covid-19 beberapa minggu lalu, saat itu beliau langsung ditracking  bersama keluarga.

“Dan untuk memastikannya dilakukan di swab pertama dan kedua, hasilnya negatif, di swab lagi hampir 3 kali hasilnya negatif. Setelah Lusi terkonfirmasi kena Covid-19, semua Kasubag, termasuk Kabagnya dan para stafnya melakukan  tes swab yang berhubungan sama bu Lusi.  Hasilnya negatif,” jelasnya.

“Setelah tiga kali di tes swab, kami mengira ada kesalahan alat tes swab atau ada kelemahan dari pihak Dinas kesehatan Kota Bekasi perlu dikroscek kembali. Lusi sudah hampir 2 minggu dilakukan isolasi mandiri masih stres, dan pagi hari ini sudah mulai masuk dan masih dalam pemulihan,” bebernya.

Disingung terkait para anggota DPRD Kota Bekasi yang banyak bertugas di lapangan, Ridwan pun angkat bicara kembali.

“Kalau bicara para anggota dewan, itu sudah dilakukan tes swab selama 3 kali karena kegatannya banyak di luar, sehingga  butuh stamina yang sehat. Ada kunjungan keluar daerah, turun ke lapangan menampung aspirasi masyarakat Kota Bekasi sebagai fungsi wakil rakyat, hasilnya negatif semua.”

“Dengan pengawasan fungsi budgeting saat rapat dengan pihak Pemerintah Kota Bekasi, karena frekuensi Anggota DPRD Kota Bekasi sangat luar biasa. Maka dari itu pimpinan daerah, Walikota Bekasi memberikan pelayanan kesehatan berupa Klinik Kesehatan untuk Pimpian dan para anggota DPRD Kota Bekasi   dalam bertugas,” bebernya. (ais/adv/hms/dprd/kotabksi)