Beranda Headline Sertijab Kadinkes Karawang Keluar Uang 85 Juta, Ini Kata Pengamat

Sertijab Kadinkes Karawang Keluar Uang 85 Juta, Ini Kata Pengamat

TVBERITA.CO.ID – Kegiatan serah terima jabatan Kepala Dinas Kesehatan Karawang di ballroom hotel Resinda Karawang disoroti banyak pihak. Pasalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah kondisi serba sulit karena pandemi COVID-19.

Dari sumber internal hotel Resinda, tarif sewa ballroom selama seharian di hotel Resinda dikenakan biaya minimal Rp 85 juta. Dengan uang sebanyak itu, penyewa mendapatkan fasilitas berupa perlengkapan pengeras suara, layar, proyektor, panggung, dua kali makanan ringan, dan satu kali makanan berat untuk ratusan orang. Tarif tersebut bisa lebih tinggi menyesuaikan jumlah undangan.

Masih menurut sumber yang sama, ballroom hotel Resinda mampu menampung 400 orang sesuai protokol kesehatan.

Pengamat publik sekaligus pengacara Asep Agustian, SH., MH mengatakan kegiatan Dinas Kesehatan di Resinda dinilai buang-buang anggaran.

“Apakah gedung Pemda tidak bisa digunakan? Pemda kan punya plaza. Kan bisa sertijab (serah terima jabatan) dilaksanakan sesederhana mungkin,” kata Asep.

Pengacara yang akrab disapa Asep Kuncir ini menyayangkan anggaran puluhan juta rupiah dipakai hanya untuk kegiatan serah terima jabatan. “Katanya kita dalam keadaan susah. Susah keuangan karena pandemi COVID-19. Tetapi Dinkes melaksanakan kegiatan di tempat mewah,” sambung Asep.

Meski kegiatan yang sedianya dilakukan hari ini, Kamis (3/6), dipindah dari ballroom Resinda ke kantor Dinas Kesehatan Karawang karena mendapatkan sorotan masyarakat, namun itu tidak mengurangi kesalahan Dinas Kesehatan.

“Kenapa harus pindah? Begitu sudah ramai, baru mau mengelak? Maksudnya apa? Tetap kok meski lokasi sertijab pindah, itu sudah ada undangan tersebar. Berarti kan acaranya sudah fiks. Kenapa harus lari dan pindah?”

Meski acara pindah, kata Asep, ballroom Resinda sudah disewa dan tetap harus dibayar.

Asep menilai, tindakan Dinas Kesehatan kelewatan di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda masyarakat. Bahkan beberapa titik sampai harus lockdown.

“Saya tidak mau menuduh apakah ada uang anggaran COVID-19 yang berkeliaran, tapi kalau sudah begini jangan-jangan memang uang COVID-19 berkeliaran,” katanya.

“Baru kepala dinas saja lagunya sudah hebat banget. Tidak memikirkan bagaimana nasib rakyat yang sudah dilockdown,” tutupnya. (Red)

Artikel sebelumnyaSHM Warga Dikuasai Perhutani, Warga, Kembalikan Hak Kami
Artikel selanjutnyaPengangkatan Fitra sebagai Dirut RSUD Tuai Kecaman