Beranda Karawang Setelah Pulang, Bunda Nurlatifah Siap Pelajari Peta Politik Karawang

Setelah Pulang, Bunda Nurlatifah Siap Pelajari Peta Politik Karawang

TVBERITA.CO.ID –  Kepulangan mantan istri Bupati Karawang , Ade Swara disambut penuh kegembiraan oleh warga dan simpatisan yang sudah sejak pagi menunggu kedatangannya.

Iring-iring konvoi dengan menggunakan kendaraan baik roda empat maupun roda dua nampak mengawal kedatangan Bunda Nurlatifah sejak menginjankan kaki di Karawang barat hingga ke tempat kediamannya di Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

Dan sebelum memasuki rumah pribadinya, Bunda Latifah juga sempat sujud syukur di Masjid At-Taqwa Cilamaya dan langsung salat Zuhur berjemaah setelah itu disambut pihak keluarga dan sanak saudara bak pahlawan yang baru pulang dari medan perang.

Setelah menjalani masa tahanan 6 tahun di Lapas Sukamiskin, Bandung.

“Antusias masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas kebebasan karena sudah lama tidak bertemu,” kata Nurlatifah kepada awak media yang menemuinya dikediaman, Sabtu(18/7).

Kepada awak media, Bunda Latifah mengaku masih kangen dengan keluarga, karena hari ini baru saja bebas menghirup udara segar.

Sehingga untuk urusan politik menyangkut Pilkada Karawang mendatang, ditandaskannya dengan halus, jika ia belum bisa berbicara jauh karena sudah lama tidak mengikuti perkembangan politik karawang.

Namun yang pasti, dirinya tetap akan mempelajari terlebih dahulu peta politik ke depan.

“Belum bisa bicara ke arah sana, karena baru bebas keluar,” katanya.

Sementara, anak pasangan mantan Bupati Karawang, Gina Swara Fadilah  yang menjadi politisi Partai Gerindra menegaskan kebebasan bunda murni selama 6 tahun sesuai vonis pengadilan tanda ada potongan masa tahanan, sementara mantan Bupati Karawang Ade Swara harus menjalani masa tahanan satu tahun lagi.

“Bunda sudah menjalani masa tahanan selama 6 tahun tidak ada remisi sama sekali,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Istri mantan Bupati Karawang Ade Swara menghidup udara bebas di Lapas Sukamiskin, Bandung. Setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi dan pencucian uang terkait dengan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lahan (SPPL) PT Tatar Kertabumi dengan vonis 6 tahun hukuman. (nna/fzy)