Beranda Headline SPPK Kecewa Sulitnya Bertemu Bupati, Tito: Digaji dan Dipilih Rakyat Kok Begitu

SPPK Kecewa Sulitnya Bertemu Bupati, Tito: Digaji dan Dipilih Rakyat Kok Begitu

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID– Puluhan pengangguran atau pencari kerja di Kabupaten Karawang yang mengatasnamakan Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang (SPPK), kembali menggeruduk Kantor Bupati Karawang, Senin (23/12). Dengan membawa sejumlah tuntutan.

Pasalnya, meski sudah berkali-kali melakukan aksi dan tuntutan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, namun sampai hari ini belum juga ada tindaklanjut dari Pemda Karawang. Bahkan keinginan mereka (SPPK) untuk bertemu Bupati Karawang saja tidak pernah terwujud.

Divisi Bidang Ketenagakerjaan SPPK, Tito Hariyanto, yang mewakili rekan-rekannya, mengaku kecewa dan bingung dengan sikap Bupati Karawang yang tidak pernah mau menemui SPPK.

“Takut?, kenapa dia takut, dia kan dipilih oleh rakyat dan digaji oleh rakyat, kok gak mau nemuin rakyatnya sendiri, memangnya SPPK ini kenapa, mengapa mesti takut, mengapa begitu,” katanya menyesalkan.

“Bertemu saja susah, ini bentuk kekecewaan kita, kita sudah demo beberapa kali ketemu aja susah,” timpalnya lagi.

Oleh karena itu, Tito menegaskan, pihaknya akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak lagi, jika dalam satu bulan tuntutan yang diajukan belum juga terwujud.

“Tuntutan kami jelas, ada intervensi dari Pemerintah Daerah kepada perusahaan- perusahaan agar memprioritaskan pelamar dari masyarakat asli Karawang,” tandasnya.

“Dan itu hanya bisa dilakukan oleh Bupati Karawang sebagai pemilik kebijakan, bukan kepala dinas,” tandasnya.

Kedua, Tito menyebutkan, pihaknya meminta Pemda untuk bagaimana caranya agar dapat mendorong pihak perusahaan memperioritaskan pelamar asli warga masyarakat Karawang dengan persyaratan yang tidak terlalu berat.

“Intinya, pemerintah itu harus tegas kepada pihak perusahaan, dan persyaratan yang dikeluarkan sebagai syarat lamaran tidak berbeda-beda namun disamakan, harus balance dong harus sama, Tinggi Badan, Nilai UN dan lainnya,” pungkasnya. (nna/kie)