
Walaupun di awal pembetukannya sempat tertatih-tatih, ditambah lagi dengan kondisi yang saat itu sedang di awal Pandemi dan ada kebijakan tidak boleh ada pembentukan Kampung KB baru, pemerintah desa tetap memberikan dukungannya melalui Alokasi Dana Desa.
Tidak berhenti sampai di sana, dengan adanya Program Percepatan Penurunan Stunting yang digawangi oleh BKKBN sebagai ketua pelaksananya. Tentu hal ini menjadikan Kampung KB sebagai etalase paling depan intervensi sekaligus sosialisasi pencegahan stunting kepada seluruh keluarga yang ada di wilayah Kampung KB.
Dengan berbagai inovasi yang telah berjalan, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Desa Tarogong, Lia Siti meyakini segala aktivitas yang rutin dilaksanakan sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting, khususnya bagi keluarga yang berada di lingkungan Kampung KB Perceka.
Baca juga: Relokasi Pasar Rengasdengklok Berujung Ricuh, Bupati Karawang Nyaris Kena Lemparan Batu
“Saat ini berdasarkan data terakhir, ada 21 keluarga yang dikategorikan berisiko stunting di wilayah Kampung KB, dari total 21 keluarga tersebut, ada 6 baduta yang terkonfirmasi secara rutin didampingi intensif. Dan ada 1 baduta yang perkembangan berat badannya sudah mulai menggembirakan, kenaikannya signifikan. Karena didampingi terus oleh TPK, diberikan PMT di posyandu baik yang bersumber dari dinkes, maupun PMT hasil budikdamber tadi. Berupa olahan lele yang bergizi dan menarik untuk dikonsumsi baduta”, ujar Lia.
Lebih lanjut, PLKB yang pernah meraih penghargaan sebagai PLKB Non-PNS terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat tahun lalu ini berharap kedepan dukungan lintas sektor di Kabupaten Garut semakin banyak yang mau berkontribusi dan sama-sama mengintervensi Kampung KB. Agar keberadaan Kampung KB semakin dirasakan manfaatnya, terutama dalam percepatan penurunan stunting.
Jika kita kembali menilik ke khittahnya, Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) merupakan satuan wilayah setingkat desa dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.
Sebagai sebuah pendekatan pembangunan yang bersifat universal, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengoptimalkan penyelenggaraan pemberdayaan penguatan institusi keluarga, maka perlu didorong penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di setiap desa/kelurahan. (rls/ddi)













