Beranda News Suplier e-Warong Kecamatan Cibatu Diduga Kental Nepotisme

Suplier e-Warong Kecamatan Cibatu Diduga Kental Nepotisme

TVBERITA – Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang merupakan salah satu program pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH/pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank Himbara yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran.

Besaran untuk penerima sendiri di kisaran Rp 200 Ribu, dan dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang kriterianya sudah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.

Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta yang dikelola oleh perorangan untuk supply BPNT bagi KPM yang disalurkan ke e-Warong diduga kental dengan nepotisme, pasalnya supplier perorangan Junaidi merupakan suami dari Koordinator Daerah (Korda) Program Sembako Kabupaten Purwakarta, Aam Syamsiah.

Junaidi sendiri saat diminta keterangannya mengatakan memang benar bahwa dirinya merupakan suami dari Korda Program Sembako Aam Syamsiah, namun Junaidi membantah bahwa dirinya ditunjuk sebagai supplier BPNT atas dasar Nepotisme.

“Bukan istri saya yang meminta saya menjadi supplier, bahkan saya sering diprotes oleh istri saya karena kualitas,” jelas Junaidi saat ditemui beberapa waktu lalu.

“e-Warong sendiri tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk KPM, sehingga saya ikut mensupply kebutuhan BPNT, diantaranya beras yang kita ambil dari Bumdesma Cibatu dan petani yang ada di wilayah Cibatu,” ujarnya.

“Yang pasti sampai hari ini saya tetap berupaya menjaga kualitas komoditi yang dibutuhkan dan diawasi, kalaupun saya sebagai supplier dianggap kental dengan nepotisme saya siap digantikan bila ada yang siap menjadi supplier untuk e-Warong,” pungkasnya. (trg)