Beranda Headline Tak Akomodir Pelaku UKM, Pengusaha Waralaba di Purwakarta Siap-siap Disanksi

Tak Akomodir Pelaku UKM, Pengusaha Waralaba di Purwakarta Siap-siap Disanksi

PURWAKARTA – Sekitar 150 usaha Waralaba yang berdiri di Kabupaten Purwakarta diduga tidak mengakomodir pelaku UKM untuk menggunakan pelataran halaman sebagai tempat usaha.

Para pelaku UKM di Purwakarta hingga hari ini tidak bisa menggunakan fasilitas pelataran halaman tempat minimarket itu berdiri karena terkendala adanya biaya sewa dengan sejumlah uang yang harus diberikan kepada pengusaha mini market (Waralaba) yang memberatkan para pelaku UKM.

Demikian diungkapkan Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta, Wita Gusrianita saat ditemui tvberita.co.id, Selasa (11/1).

“Sampai hari ini tercatat sekitar 25 pelaku UKM yang bekerja sama dengan pengusaha Waralaba, tetapi bukan pelaku UKM yang membuka usaha di pelataran halaman mini market (Waralaba) melainkan pelaku UKM yang sudah memiliki kemasan produk (indoor),” ujarnya.

Diketahui, dalam Perda Nomor 14 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern telah ditetapkan setiap pengelola pusat perbelanjaan wajib melaksanakan kemitraan dengan pelaku UKM tanpa menyebutkan biaya apapun, ternyata masih banyak pengelola Waralaba seperti Alfamart, Indomart dan Yomart tidak melaksanakan Perda tersebut.

Bahkan dalam Perda juga telah tertulis dengan jelas adanya sanksi pidana apabila tidak melaksanakan kewajibannya melakukan kemitraan dengan pelaku UKM.

“Sanksinya ada, 3 bulan kurungan atau denda Rp.5 Juta,” tegasnya.

Lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DKUPP Kabupaten Purwakarta saat ini, lantaran teguran yang dialamatkan kepada pengusaha Waralaba tersebut tidak pernah diindahkan.

“Kami sudah beberapa kali melakukan teguran, dan melalui pengawasan akan kami tegaskan lagi, banyak diantara pengusaha Waralaba tersebut memang bandel, dan kita akan siapkan sanksinya kalau masih membandel,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya akan memanggill pengusaha Waralaba agar membuka kerjasama dengan pelaku UKM.

Baca Juga :   Disdikpora Siapkan Rp2 M untuk Pendidikan Vokasi di Karawang

“Mungkin keberatan para pelaku UKM adalah adanya biaya sewa yang diberlakukan katanya mencapai Rp.500 Ribu perbulan,” jelasnya.

“Kami akan tetap mengupayakan dan mendorong pelaku UKM yang akan membuka usahanya, dan dalam waktu dekat kita akan panggil para pengusaha Waralaba tersebut, kalau masih membandel kita berikan sanksi saja sesuai aturan yang ada,” pungkas Wita. (trg/kii)

Artikel sebelumnyaKapolri Tak Pernah Lelah Lawan Pandemi COVID-19
Artikel selanjutnyaViral Aksinya Kawal Ambulans, ‘Ojol’ Bersepeda Ini Dapat Hadiah Menarik dari Kapolres Karawang