Beranda Karawang Terjerat Dakwaan KDRT Psikis, Pria Asal Taiwan Ini Terancam Penjara 3 Tahun

Terjerat Dakwaan KDRT Psikis, Pria Asal Taiwan Ini Terancam Penjara 3 Tahun

KARAWANG – CYC alias Mr. Chan tengah menjalani sidang dakwaan dugaan kekerasan KDRT psikis terhadap istrinya yang berinisial V, di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Selasa (27/10).

Setelah sebelumnya, pria Karawang berdarah Taiwan ini dilaporkan oleh V ke kepolisian pada 2020 lalu atas dugaan KDRT psikis.

Diceritakan V, konflik rumah tangganya bersama Mr. Chan sudah terjadi sejak awal pernikahan mereka di rentang tahun 2000-2005, saat V dibawa oleh Mr. Chan ke Taiwan.

“Di sana saya harus menjadi buruh tani di Taiwan untuk menopang hidup dia (Mr. Chan) yang gemar alkohol dan main serong dengan perempuan lain.”

“Bahkan, CYC disebutnya pernah mengaku tidur dengan sepupu saya. Ini yang membuat saya makin terluka,” tuturnya.

Tak kuasa menanggung tekanan batin, V mengaku sempat beberapa kali mencoba bunuh diri. Beruntung, hal itu urung dilakukannya.

Demi merubah kondisi hidup, V kembali pulang ke Indonesia dan membangun usaha di Karawang.

Sejak kepulangannya hingga 2016, V menjadi tulang keluarga. Sementara CYC masih berstatus WNA dan seorang pengangguran.

“Setiap 5 bulan sekali, saya harus membekali dia pulang pergi ke Taiwan untuk menghidupi keluarganya,” ucapnya.

Kemudian, V membantu CYC merubah status kependudukannya menjadi warga negara Indonesia (WNI), dengan harapan agar membantu perekonomian keluarga.

Baca juga: Fakta Sidang Kasus KDRT Psikis, JPU Kena Semprot Hakim Karena Berbohong

Namun apesnya, hal itu malah membuat kebiasaan buruk CYC makin menjadi. “Dari situ saya cekcok terus, sampai saya ajukan gugatan cerai pada Februari 2018 lantaran ketidakcocokan,” terang V.

Pada Januari 2020, pengadilan akhirnya mengabulkan gugatan cerai V dan menghukum CYC membayar biaya hidup dan pendidikan anak sebesar Rp13 Juta per bulan.

Tak terima perlakuan V kepadanya, CYC¬† membawa pengacara untuk mengintimidasi¬† V, dan meminta pembagian harta 50 persen. “Jika tidak diterima, saya diancam akan dilaporkan dan dituntut masuk penjara,” sebutnya.

Baca Juga :   Dalih Kegiatan, Kabid UMKM Kerap Tak Berada Dikantor

CYC juga disebut kerap datang ke tempat usaha seraya mengintimidasi dan mengusir para karyawan. “Dia bilang tempat usaha itu miliknya, dan saya harus bayar sewa. Padahal semua akte atas nama saya,” papar V.

Sementara, Hotma Raja, kuasa hukum CYC membantah tudingan bahwa kliennya melakukan kekerasan KDRT psikis atau penelantaran. Justru kata dia, CYC lah yang lebih dulu melaporkan V atas dugaan KDRT psikis ke Polda Jabar. “Sudah dilaporkan duluan, dan istrinya balik melaporkan,” imbuhnya.

Selaku terlapor dan terdakwa, CYC bakal menghadirkan saksi-saksi dalam agenda sidang lanjutan. “Minggu depan kami akan hadirkan saksi-saksi,” jelas Hotma.

Sebagai informasi, dari lampiran laporan polisi, CYC dijerat Pasal 49 UU Nomor 23 Nomor 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Pasal itu berbunyi ‘setiap orang yang melakukan penelantaran dalam rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak 15 juta’. (kii)

Artikel sebelumnyaPeringati Dharma Karya Dhika, Lapas Karawang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
Artikel selanjutnyaPresiden minta, Harga PCR Jadi 300 Ribu