Beranda News Tinggalkan Cellica, NasDem-PKS Kompak Usung Aep Sebagai Calon Bupati

Tinggalkan Cellica, NasDem-PKS Kompak Usung Aep Sebagai Calon Bupati

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Ketua DPD Partai NasDem Karawang, Dian Fahrud Zaman mengaku sangat mengapresiasi pertemuan antar parpol yang diikutinya semalam di Hotel Brits, Telukjambe Karawang, Minggu (8/3).

Karena menurutnya, pertemuan tersebut sangat penting untuk komunikasi antar partai.

Namun saat ditanya kenapa partai Demokrat tidak hadir atau tidak diundang, Dian mengaku tidak mengetahui alasannya. Karena kehadirannya juga atas undangan Poros Juang.

“Kalau itu saya gak tahu, karena itu kan yang mengundang bukan kami. Kami hanya diundang. Kami berkomunikasi dengan Kang Pipik, Poros Juang-lah,” katanya.

Disinggung soal kemesraan Partainya dengan PKS, Dian mengaku jika saat ini partainya sedang menjalin komunikasi intens dengan PKS.

Baca juga: 10 Parpol di Karawang Konsolidasi Demi Jegal Petahana?

Dan selain itu, Partai NasDem juga sedang mencoba melakukan komunikasi dengan parpol lain untuk mengajak berkoalisi.

Dian juga seperti ingin menegaskan, jika kemesraannya dengan PKS saat ini sepakat untuk mengusung nama H. Aep Syaepulloh sebagai Calon Bupati Karawang, bukan sebagai Calon Wakil Bupati yang akan mendampingi Cellica Nurrachadiana.

Bahkan menurutnya, dalam waktu dekat Partai NasDem akan mengeluarkan rekomendasi untuk H. Aep Syaepulloh sebagai Calon Bupati Karawang.

“H. Aep sebagai bupati, bukan dengan Cellica. NasDem dalam waktu dekat ini akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk H. Aep sebagai calon bupati,” tegas Dian.

Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Sekretaris DPD PKS Karawang, Nanda Suhanda menjelaskan, dalam pertemuan itu masing-masing parpol menyampaikan keinginannya bagaimana membangun persepsi yang sama untuk pembangunan Karawang ke depan yang lebih baik.

Maksudnya dijelaskan Nanda, selama ini seakan tidak ada sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif Karawang.

“Ingin memiliki kesamaan sikap cheks and balances di pemerintahan yang lebih baik. Jadi yang selama ini, barang kali wallahu’alam ini mah, ada kebijakan yang kurang sinkron antara eksekutif dengan legislatif. Makanya sekarang pimpinan parpol itu, siapapun yang nanti jadi ke depan (terpilih sebagai Bupati), mereka bisa mengakomodir keinginan para parpol,” terang Nanda.

Disoal dalam obrolan pertemuan malam ini ada juga pembahasan soal nama Cellica Nurachadiana, Nanda pun mengelengkan kepalanya. “Gak ada, gak ada,” jawab Nanda.

“Tadi ada yang nanya juga kenapa Demokrat gak diundang. Tadi juga dijelaskan sebenarnya ada tahap lanjutannya (pertemuan lanjutan). Jadi tahapannya katanya ini dulu (pertemuan 10 parpol),” ujarnya lagi sambil tertawa geli kepada wartawan. (nna/kie)