Beranda Bekasi Tukar Pikiran Rancangan Perda Penyertaan Modal, Pansus DPRD Nias Kunjungi Pemkot

Tukar Pikiran Rancangan Perda Penyertaan Modal, Pansus DPRD Nias Kunjungi Pemkot

BEPAS – Panitia Khusus DPRD Kabupaten Nias mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka kunjungan kerja terkait Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bekasi tentang Penyertaan Modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Press Room Humas Setda Kota Bekasi.

Pimpinan rombongan sekaligus Ketua DPRD Kab. Nias, Alinuru Laoli menjelaskan maksud dan tujuan datang untuk tukar pikiran.

“Tujuan kami untuk Memperoleh informasi dari Pemerintah Kota Bekasi tentang pengelolaan BUMD. karena melihat Kota Bekasi cukup berhasil dalam pengelolaan Air Minum yaitu PDAM Tirta Patriot,” ungkap Alinuru Laoli, Rabu (16/12/20).

Diakui Alinuru, saat ini di Kabupaten Nias sedang dibahas Perda tentang Penyertaan Modal BUMD sehingga diharapkan dengan adanya tukar pikiran ini ada yang bisa diterapkan saat pulang nanti.

Asisten Administrasi Umum dan Perekonomian Kota Bekasi, Nadih Arifin memberikan sambutan didampingi Bagian Ekonomi Setda, Bagian Hukum Setda, BPKAD Kota Bekasi, Bappelitbangda Kota Bekasi, dan Perwakilan PDAM Tirta Patriot. Pihak Pemerintah Kota Bekasi berterima kasih karena Kabupaten Nias telah memilih Kota Bekasi sebagai Kota Rujukan Studi Banding.

“Kami merasa bangga bisa dikunjungi oleh Dewan terhormat dari Kabupaten Nias, Pemerintah Kota Bekasi memiliki 4 BUMD diantaranya PDAM Tirta Patriot, pengelolaan Air Minum, PD Migas, BPR Syariah, dan Mitra Patriot,” kata Nadih Arifin.

Nadih juga menjelaskan bahwa Kota Bekasi memiliki Perda tentang penyertaan modal BUMD.

“Sebagai contoh perda salah satunya kewajiban PDAM Tirta Patriot harus membuat Business Plan selama 5 tahun kedepannya dan harus diawasi dengan lembaga profesional agar tidak ada masalah lebih lanjut,” bebernya.

Berkaitan dengan bantuan dari Pemerintah Pusat, Nadih memberikan masukan tambahan tentang adanya peluang di Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Di Kota Bekasi salah satunya ada peluang di PDAM Tirta Patriot untuk membuat proposal DAK melalui Disperkimtan, lalu dikirim langsung ke pemerintah pusat, baru nanti akan diberikan bantuan oleh pusat,” jelasnya. (ais/red)