Beranda Karawang Vitamin dan Telur Rentan Rusak, Sri Rahayu Usulkan Ini ke Gubernur

Vitamin dan Telur Rentan Rusak, Sri Rahayu Usulkan Ini ke Gubernur

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG –¬†Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan bagi rumah tangga rawan miskin baru yang aktivitas ekonominya terdampak wabah Covid-19.

Salah satunya di Kabupaten Karawang, skema jaring pengamanan sosial ini sudah mulai dibagikan sejak beberapa hari lalu.

Namun demikian dari beberapa jenis isi paket sembako tersebut, ada telur dan vitamin C yang dinilai rentan rusak jika tidak secepatnya didistribusikan kepada masyarakat.

Pasalnya, telur ayam fresh hanya memiliki daya tahan selama 14 hari, dan juga vitamin C yang dikemas dalam botol plastik, Dinilai rentan rusak terlebih jika disimpan dalam udara yang panas.

Kondisi ini tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri, karena pemerintah pun ingin paket sembako yang diterima warga masyarakat dalam kondisi baik.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina yang ditemui TV Berita pada saat melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Karawang, belum lama ini mengatakan akan menyampaikan kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, jika sedianya bisa untuk mengganti vitamin C berbentuk cair tersebut dengan vitamin C model serbuk atau kapsul.

Ia menilai, vitamin C seperti serbuk atau kapsul jauh lebih aman dan memiliki kekuatan daya tahan yang lebih lama. Dari pada vitamin C cair yang dikemas dibotol plastik yang rentan rusak jika harus disimpan di tempat yang pengap dan panas terlalu lama.

“Kalau bisa diganti. Saya akan meminta kepada pak Gubernur kalau bisa vitamin cair seperti ini diganti. Vitamin kan banyak ya jenisnya, bisa saja yang serbuk atau kapsul,” kata Sri Rahayu menjelaskan.

“Kalau vitamin di botol plastik seperti ini, dikhawatirkan rusak, apalagi jika disimpan dalam udara yang panas, sehingga ini rentan ada apa-apa, jadi kalau bisa diganti,” ungkapnya menyarankan.

Sementara untuk telur ayam, Sri Rahayu yakin kondisinya masih akan fresh ketika sampai ke masyarakat. Mengingat proses pengirimannya yang langsung dari distributor telur tersebut ke Kantor Pos.

“Untuk telur masih bagus ya, yang terpenting jangan tertunda terlalu lama agar telur tersebut tidak rusak karena daya tahan telur sendiri juga tidak lama,” ujar Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan.

Meski demikian, Menurut Sri Rahayu, yang menjadi kendala adalah paket-paket sembako yang harus dikembalikan, telur-telur ayam tersebut bisa rusak jika terlalu lama.

Sementara sampai saat ini, belum ada solusi apakah paket-paket sembako tersebut harus dikembalikan lagi ke provinsi atau bagaimana.

“Ini yang harus dipikirkan, karena dikhawatirkan memakan waktu lama tersimpan di kantor pos sehingga telur-telur tersebut akan rusak, Sementara ada lebih dari 500-an paket sembako yang dikembalikan yang sampai saat ini belum ada solusi akan dikemanakan,” ucapnya bingung.

Ditemui di tempat yang sama, Wakil Kepala Kantor Bulog Karawang, Ashville Nusa Panata, menjamin jika produk-produk sembako tersebut tidak akan mengalami kerusakan, dan akan sampai diterima masyarakat dalam kondisi baik.

Karena dijelaskannya, proses pengemasan yang dilakukan pihaknya dikerjakan dengan cepat paling lama dua hari, dan paket-paket sembako tersebut langsung didistribusikan ke kantor pos.

Sehingga sampai di kantor pos pun kondisinya masih dalam keadaan fresh.

“Kita juga sebelum menerima barang melakukan pengecekan terlebih dahulu ke suppliernya. Ya mungkin dari kantor posnya jangan terlalu lama melakukan pengiriman. Dan untuk barang-barang yang mengalami kerusakan kita akan lakukan penukaran,” tandasnya meyakinkan.

Adapun isi paket bantuan dari Pemprov Jawa Barat di antaranya berupa bantuan tunai sebesar Rp 150 ribu per kepala keluarga per bulan dan bantuan pangan non tunai mulai beras 10 kg, terigu 1 kg, vitamin C, makanan kaleng 2 kg (4 kaleng), gula pasir 1 kg, mi instan 16 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan telur 2 kg, senilai Rp 350 ribu per kepala keluarga per bulan. (nna/fzy)