Beranda Ragam 4 Transportasi Ojek Online yang Hilang Bak Ditelan Bumi

4 Transportasi Ojek Online yang Hilang Bak Ditelan Bumi

Ojek online
Transportasi Online Call Jack (Foto: Istimewa/net.)

TVBERITA.CO.ID – Kehadiran ojek online (ojol) di Indonesia bisa dibilang disambut ramai dan antusias oleh masyarakat.

Namun, tak sedikit ojek online yang gagal bertahan di tengah persaingan ketat.

Sebut saja Uber yang merupakan salah satu pemain transportasi besar dunia, akhirnya tak bertahan dan harus angkat kaki dari Indonesia.

Berikut ini daftar perusahaan transportasi online yang kemudian satu per satu tak terdengar lagi namanya.

Call Jack

Calljack merupakan aplikasi ride hailing lokal asal Yogyakarta. Layanan mereka sama dengan Gojek/Grab, dengan dua opsi layanan Calljack dan O’Jack. Sayangnya nama mereka hilang bak ditelan bumi.

Baca juga: May Day 2024, Momentum Teguhkan Komitmen Karawang Ramah Investasi 

Ojekkoe

Ojekkoe sempat memiliki 500 orang mitra pengemudi, sebelum akhirnya tidak aktif. Padahal Ojekkoe menjadi ride hailing yang dirilis sebagai bagian dari tugas akhir pendirinya, Katon Muchtar, di mana layanan mereka hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari untuk mengantar penumpang.

Topjek

Saat rilis, TopJek menawarkan tarif murah tanpa promo, dengan fitur unggulan chat room, yang kala itu belum ada di aplikasi milik Gojek dan Grab. Mereka juga membatasi pengemudi hingga 10.000 driver dengan seleksi ketat. Meski terlihat menjanjikan, nyatanya Topjek tidak bisa bertahan.

Baca juga: BPS Sebut Perekonomian Karawang Ditopang Sektor Industri, Pertanian Lesu

Uber

Uber angkat kaki dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia pada 2018. Sejak itu mereka menjual seluruh bisnis kepada Grab, sehingga mitra pengemudi Uber banyak yang berpindah ke platform Grab atau bahkan Gojek. (*)