Beranda Redaksi Ini Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Rajab yang Jatuh Pada 25 Februari...

Ini Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Rajab yang Jatuh Pada 25 Februari Besok

TVBERITA.CO.ID – Puasa Rajab merupakan salah satu ibadah sunnah dalam agama Islam. Sesuai dengan namanya, puasa ini dilakukan pada bulan Rajab atau bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriah dan penanggalan Jawa. Banyak keutamaan jika melaksanakan puasa rajab.

Berikut ulasan puasa Rajab beserta niatnya dikutip dari berbagai sumber:

Bulan Rajab

Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi rahimahullah dan sebagian ulama lainnya mengutarakan bahwa, bulan Rajab adalah bulan bertanam. Sedangkan Syaban adalah bulan pengairan tanaman. Kemudian pada Ramadhan adalah bulan panen tanaman.Dalam kitab Latha’ifu al-Maarif fima limawasim al-am min al-Wadza’if

Sebagai bulan yang dipercaya memiliki rahmat, beberapa umat Islam berusaha menunaikan puasa pada bulan tersebut. Puasa Rajab memiliki persamaan dengan puasa yang lain, hanya waktu pelaksanaannya saja yang berbeda.

Waktu Pelaksanaan Puasa Rajab

Awal bulan Rajab, yakni tanggal 1 berada tepat pada hari Selasa 25 Februari 2020. Apabila ingin mendapatkan keuntungan dari bulan Rajab, dapat diisi sebulan penuh dengan memperbanyak dzikir dan doa. Serta menunaikan puasa di awal bulan dengan waktu Senin atau Kamis.

Kemudian pada pertengahan bulan atau pada hari bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Rajab), serta akhir bulan Rajab. Bisa pula menunaikan melalui puasa Senin dan Kamis setiap minggunya. Wallahualam

2019 Merdeka.com/Free Images

Bacaan Niat Puasa Rajab

Bacaan niat puasa Rajab yang bisa Anda ucapkan pada malam hari nanti (24/02) sebagai berikut,

NAWAITU SHOUMA GHADIN AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALA

Artinya : Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Taala.

Apabila nanti malam Anda terlupa untuk mengucapkan bacaan niat puasa Rajab, dapat membaca pada hari Selasa pagi sebelum Zuhur tiba (25/02), yakni :

Baca Juga :   Petani Dedikasikan Diri Untuk Purwakarta di Heleran Tatenan Nagri

NAWAITU SHOUMA HAZAL YAUMI AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALA

Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Taala.

Keutamaan Puasa Rajab

Banyak keutaman dari puasa Rajab ketika melaksanakannya. Di antaranya ialah;

1. Dihidangkan Minuman di Surga

Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda : Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama rajab, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu. (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Diampuni Segala Dosa

Nabi Muhammad SAW bersabda: Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi umatku, maka hendaklah mereka memperbanyak istighfar di dalamnya. Yakni: Astaghfirullaha Wa Atuubu Ilaihi (Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya).

3. Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Rasulullah pernah ditanya, Berpuasa pada bulan apakah yang lebih baik selain bulan Ramadhan? beliau menjawab: Berpuasalah pada bulan Allah, yakni bulan yang tuli. Dalam riwayat lain dikatakan bulan yang melimpah.

Bulan Rajab dipercaya sebagai bulan yang penuh rahmat dari Allah SWT, sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa di waktu yang mulia, serta mustajab tersebut. Bulan Syaban juga dipercaya sebagai bulan yang mulia.

4. Mendapat Kemuliaan yang Istimewa

Sejumlah sahabat) ridhwanullahi alaihim (menyatakan makruh puasa) bulan (Rajab sebulan penuh agar tidak menyerupai Bulan Ramadhan.) Tetapi kalau seseorang mau berpuasa beberapa hari di Bulan Rajab dan tidak berpuasa beberapa hari, maka itu tidak makruh. (Bulan-bulan utama) yang mulia (itu) ada empat (Dzulhijjah, Muharram, Rajab, dan Syaban).

Yang paling utama dari semua itu adalah Bulan Muharram sebagaimana penjelasan yang lalu dari Imam An-Nawawi. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang paling utama adalah Bulan Rajab, yaitu pendapat penulis kitab Al-Bahr. Tetapi pandangan ini ditolak oleh Imam An-Nawawi sebagaimana uraian yang lalu, (Lihat Sayyid Muhammad Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin, [Beirut: Muassasatut Tarikh Al-Arabi, 1994 M/1414 H], juz IV, halaman 257), melansir dari islam.nu.or.id. (red)

Baca Juga :   Sambut HUT ke-77 RI, PWI Karawang dan Pejuang Siliwangi Gelar Lomba Baca Puisi

Sumber:merdeka.com

Artikel sebelumnyaBupati Bekasi Minta Seluruh Jajarannya Serius Perbaiki SAKIP
Artikel selanjutnyaKarawang Direndam Banjir, Komisi III DPRD Sebut Banjir Kiriman Sampai SK Drainase