Beranda Sports Golkar Banten Tetap Ajukan 2 Caleg Eks Koruptor Ini Sebagai Anggotanya

Golkar Banten Tetap Ajukan 2 Caleg Eks Koruptor Ini Sebagai Anggotanya

SERANG, TVBERITA.CO.ID -DPD Golkar Banten tetap mengajukan mantan napi korupsi sebagai anggota caleg DPRD Banten. Dua nama tersebut adalah Dessy Yusandi dari Dapil Kota Tangerang dan Agus Randil dari Pandeglang.

 

Sekretaris DPD Golkar Banten Bahrul Ulum membenarkan bahwa kedua nama tersebut tetap diajukan partai untuk jadi calon legislatif. Ia mengatakan, meskipun kedua adalah mantan napi korupsi, tapi Golkar tetap menjamin hak warga negara untuk memilih dan dipilih.

“Kita tidak bisa kemudian membatasi dan melarang hak dipilih dan memilih. Itu dijamin undang-undang termasuk Undang-Undang Pemilu,” kata Bahrul Ulum kepada wartawan, Serang, Banten, Rabu (1/8/2018).

Alasan kedua, keputusan pengadilan terhadap dua calon tidak mencabut hak politik keduanya saat vonis di perkara korupsi. Hakim dalam amar putusan perkara keduanya tetap menjamin hak politik untuk dipilih dan memilih dalam Pemilu.

“Prinsipnya secara pribadi dan partai Golkar sesungguhnya setuju akan persoalan napi korupsi jadi caleg, tapi kita menghargai hak-hak individu warga negara,” ujarnya.

Ketiga, Ulum menegaskan bahwa Mahkamah Agung sampai hari ini belum memberikan keputusan terkait adanya uji materi PKPU yang melarang mantan napi korupsi sebagai caleg. Partai menurutnya akan tetap menghargai apapun keputusan MA jika kemudian PKPU tetap melarang kedua calonnya.

“Keputusan MA akan kita ikuti. Kalau harus dicoret akan kita coret,” tegasnya.

Nama Dessy Yusandi merupakan terpidana kasus korupsi pembangunan puskesmas di Tagerang Selatan tahun anggaran 2011-2012. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Kadis Kesehatan Tangsel Dadam M Epid, Kabid Sumber Daya Kesehatan dan Promisi Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari dan Sekretaris Dinkes Banten Neng Ulfah.

Atas perbuatannya, hakim PN Serang menjatuhkan pidana 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp 431 juta. Putusan dibacakan pada 28 Januari 2016.

Sedangkan Agus Randil merupakan terpidana kasus korupsi sistem pertanian terpadu di Banten pada tahun 2009-2010. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Provinsi Banten.(detik/kb)