Beranda Headline 5 Pekerja Pabrik Pupuk di Karawang Diduga Keracunan: 4 Tewas, 1 Kritis

5 Pekerja Pabrik Pupuk di Karawang Diduga Keracunan: 4 Tewas, 1 Kritis

Pekerja tewas keracunan di karawang
Sebanyak 5 pekerja PT Multidaya Putra Sejahtera (MPS) di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang diduga keracunan gas hingga menyebabkan 4 di antaranya tewas. Foto: istimewa

KARAWANG – Sebanyak 5 pekerja PT Multidaya Putra Sejahtera (MPS) di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang diduga keracunan gas hingga menyebabkan 4 di antaranya tewas.

Keempat korban tewas itu diketahui bernama Asep Kohar (51), Marsidi (34), Nana Mulyana (42) dan Husni Saepul (44). Adapun 1 orang lainnya, Didu (34) dalam kondisi kritis.

Wawan Sutisna, saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, PT MPS merupakan perusahaan produsen pupuk organik cair.

Baca juga: Saat Wibu Karawang Padukan Budaya Lokal dan Jepang, Cosplay Kimono Sambil Nari Jaipongan

Peristiwa itu berawal saat ketiga korban sedang membersihkan toren limbah pupuk di dalam pabrik pada Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun ketika itu, mereka mengeluh kesulitan bernapas hingga tiba-tiba jatuh pingsan.

Dua pekerja lain yang melihat kejadian itu lalu berusaha menolong. Namun nahas, keduanya malah ikut menjadi korban.

“Karena bau, mungkin karena bekas cairan nitrogen kali, dan dua orang yang mau nolong temennya malah ikut jadi korban,” katanya.

Baca juga: Warga Warung Bambu Karawang Ngeluh Saluran Air Tak Berfungsi, Bikin Kumuh dan Berbau

Bupati cek lokasi
Pekerja tewas keracunan di karawang
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat mendatangi langsung pabrik pupuk yang menyebabkan 4 pekerja tewas keracunan.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh datang ke lokasi setelah mendapat laporan ada pekerja tewas di pabrik tersebut.

Aep bilang, para korban tewas sudah dievakuasi, sementara satu korban kritis dilarikan ke RS Proklamasi untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Ribut Masalah Desa Panyindangan, DPMD Akan Cek Pemdes

Dia juga memerintahkan aparat terkait untuk menutup sementara operasional pabrik. “Sedang diperiksa terkait perizinan dan lainnya oleh Dinas Tenaga Kerja,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku masih mendalami peristiwa tersebut dengan memeriksa saksi-saksi terkait.

Polisi belum menyimpulkan apakah ada dugaan kelalaian keselamatan kerja atau pun lainnya terkait peristiwa itu. “Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi,” kata Humas Polsek Rengasdengklok, Ipda Suprianto. (*)