Beranda Karawang 500 UMKM Karawang Siap Naik Kelas Lewat Tiga Program Strategis

500 UMKM Karawang Siap Naik Kelas Lewat Tiga Program Strategis

Tiga program strategis umkm karawang
Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Karawang bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat berkolaborasi menjalankan 3 program strategis untuk mendongkrak kualitas UMKM, agar terus naik kelas. 

KARAWANG – Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Karawang bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat berkolaborasi menjalankan tiga program strategis untuk mendongkrak kualitas UMKM, agar terus naik kelas.

Program tersebut diikuti oleh sekitar 500 orang pelaku UMKM lokal Karawang, ratusan peserta tersebut mengikuti Opening Seremoni Centra Wirausaha Kabupaten Karawang Tahun 2025 di Hotel Swissbell Karawang pada Rabu, (23/7).

Kepala Dinkop & UKM Karawang, Dindin Rachmadhy menyampaikan bahwa ada 3 program strategis yang sedang dijalankan secara kolaboratif antara Dinkop UKM Karawang dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Kolaborasi Internasional, FEB UBP Karawang dan UTHM Malaysia Dorong UMKM Lokal Go Digital

Tiga program tersebut adalah UMKM Naik Kelas, Mentorship 360, dan Jelajah Bisnis.

“3 program ini adalah jawaban bagi UMKM mendapatkan support yang terukur dan berdampak,” ujarnya.

Program tersebut, lanjut Dindin, ditujukan untuk membangun semangat kolaboratif, pendampingan intensif, mengantarkan UMKM mikro menjadi legal, memberikan ruang pembelajaran bagi pengusaha UMKM, memfasilitasi alat produksi, hingga membantu perluasan akses pasar.

“Intinya mendorong pelaku UMKM agar naik kelas. Jumlah peserta yang ikut ada 500 orang, 300 diantaranya yang lolos verifikasi bantuan alat, 150 peserta UMKM Naik Kelas, 50 peserta pendampingan UMKM dari 30 kecamatan,” paparnya.

Baca juga: Purwakarta Pecahkan Rekor MURI: 400 Ribu Warga Ikut Ngosrek Bareng

Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, M. Danny Fulton menyebutkan, kurang lebih ada sekitar 4,7 pelaku UMKM di Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, 85 persen diantaranya adalah pelaku tingkat mikro, 13 persen pelaku tingkat kecil dan 1,8 persen pelaku tingkat menengah.