Beranda Karawang Banjir Mulai Surut, Tagana Karawang Tetap Salurkan Ratusan Makanan per Hari

Banjir Mulai Surut, Tagana Karawang Tetap Salurkan Ratusan Makanan per Hari

Tagana karawang dan banjir
Dinas Sosial Kabupaten Karawang melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) terus menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah.

KARAWANG – Dinas Sosial Kabupaten Karawang melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) terus menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah. Hingga hari ke-9 operasional dapur umum, tercatat lebih dari 11 ribu bungkus makanan telah didistribusikan kepada para penyintas.

Ketua Tagana Kabupaten Karawang, Roni Bocung mengatakan, dapur umum mulai beroperasi sejak Senin dini hari, 26 Januari, dengan sasaran utama tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Karawang Barat, Telukjambe Barat, dan Telukjambe Timur.

“Sejak hari pertama kita langsung bergerak membuka dapur umum. Jumlah masakan per hari itu fluktuatif, menyesuaikan kondisi di lapangan dan jumlah warga yang masih bertahan di camp pengungsian,” kata Roni.

Baca juga: Empat Calon Kades Kompak Gugat Hasil Pilkades Tanjungmekar Karawang

Ia menjelaskan, pada masa puncak banjir, dapur umum mampu memproduksi hingga 2.000 sampai 3.000 bungkus makanan per hari. Namun seiring surutnya banjir dan banyaknya warga yang kembali ke rumah masing-masing, jumlah produksi pun mengalami penyesuaian.

“Sekarang per sekali masak sekitar 350 bungkus. Dalam sehari kita masak dua kali, jadi total sekitar 700 bungkus per hari,” ujarnya.

Untuk distribusi saat ini, Tagana memfokuskan penyaluran ke wilayah yang masih membutuhkan. Di Telukjambe Barat, tepatnya Desa Karangligar, disalurkan sebanyak 250 bungkus, sementara di Karawang Barat, Kelurahan Karawang Kulon, sebanyak 100 bungkus per sekali distribusi.

Baca juga: Melihat dari Dekat Dapur Dinsos Karawang, Siaga 24 Jam Distribusikan Makanan ke Korban Banjir

Roni menambahkan, jadwal distribusi dilakukan dua kali sehari, yakni siang dan malam. Distribusi siang dilakukan sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, sedangkan distribusi malam dilaksanakan selepas Magrib.

“Pada kondisi darurat kemarin, kita bahkan sempat masak pagi karena ada permintaan besar dari camp pengungsian Resinda yang mencakup dua desa. Waktu itu kita kirim hampir 1.000 bungkus dalam satu hari,” jelasnya.