Beranda Headline Ring Pertarungan DPD Partai Golkar Purwakarta Mulai Terbuka, Siapa Yang Punya Kepentingan??

Ring Pertarungan DPD Partai Golkar Purwakarta Mulai Terbuka, Siapa Yang Punya Kepentingan??

PURWAKARTA-Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Purwakarta untuk menentukan siapa yang akan menduduki kursi Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta untuk menggantikan Ketua DPD Partai Golkar sebelumnya Anne Ratna Mustika, semakin hangat.

Tarik menarik dukungan sempat terjadi, walau sejumlah nama muncul sebelumnya, tetapi belakangan mengerucut menjadi dua nama kader yang digadang oleh kader Partai Golkar, Mesakh Supriadi dan Dias Rukmana Praja.

Dari arah politik berbeda, nama Dedi Mulyadi pun kerap disematkan dalam pertarungan memperebutkan kursi Ketua Partai, walau Dedi Mulyadi bukan lagi sebagai Kader Partai Golkar namun pengaruhnya masih kental terutama dikalangan dari Partai Golkar.

Tentang kabar ini bisa saja diuji, apalagi Dedi Mulyadi yang kini menjabat sebagai Gubernur Jabar memiliki pengaruh besar dalam dukung mendukung dalam kedudukan politiknya nanti, karena sebelumnya pun perjalanan Partai Golkar Kabupaten Purwakarta tak lepas dari tangan dingin seorang Dedi Mulyadi.

Dua nama kader Partai Golkar yang akan maju belakangan santer terdengar, Mesakh Supriadi dan Dias Rukmana Praja dua kader partai yang siap bertarung dengan dukungan dari masing-masing pendukungnya.

Mesakh Supriadi dengan background pengusaha yang kinibmenjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dikenal loyal terhadap partai, tak ayal kedekatannya dengan Dedi Mulyadi pun dapat dikatakan bukan isapan jempol belaka, terbukti walau tidak diketahui orang banyak nama Mesakh Supriadi kerap disebut dalam agenda politik Dedi Mulyadi.

Lalu bagaimanakah dengan Dias Rukmana Praja yang kini masih menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Purwakarta dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta apakah dapat mengungguli Mesakh Supriyadi yang memiliki sepak terjangnya di Partai Golkar untuk mendapatkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta.

Angin dukung mendukung untuk kedua kader partai ini pun dapat terpatahkan oleh bayang-bayang aklamasi, legowo kah kedua orang ini untuk berjabat tangan atau memilih pertarungan sehat dengan aturan yang kerap diumbar?

Apakah kekuatan Mesakh Supriadi yang disebut dekat dengan Dedi Mulyadi, dan Dias Rukmana Praja akan terukur dengan kekuatan dukungan kader saja, atau ada tangan lain yang dijadikan kekuatan untuk memastikan diantara mereka untuk mendapatkan kursi Ketua Partai.

Dapat dikatakan pergelutan mencari dukungan diantara keduanya pasti terjadi, pendekatan dengan seluruh grassroots hingga kalangan petinggi partai lazim dilakukan, namun dibalik hal itu seberapa besar kekuatan partai akan berjalan dengan aturan, jangan sampai adanya pembiasan dengan mengatasnamakan kebijakan partai.

Siapapun yang akan diusung dan dipilih nantinya oleh kader partai merupakan kader terbaik partai, hal yang harus digaris bawahi jangan sampai keyakinan kader ternodai oleh pembiasan kebijakan dengan mengatasnamakan kedekatan yang kental dengan kepentingan politik bukan kepentingan kader.(trg)