Beranda Headline Ancam Kesehatan, DLH Minta Warga Jangan Konsumsi Ikan yang Mati Massal di...

Ancam Kesehatan, DLH Minta Warga Jangan Konsumsi Ikan yang Mati Massal di Irigasi Karawang

Dlh Ikan mati massal di karawang
Ribuan ikan ditemukan mati mengapung di Saluran Induk Irigasi Karawang sejak Senin, (1/6). Fenomena tersebut mengundang perhatian warga di sejumlah titik aliran irigasi yang melintas di wilayah Karawang.

KARAWANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati secara massal di aliran Sungai Irigasi BTuB2/CKM kawasan Leuweung Seureuh, Kabupaten Karawang.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian ikan tersebut.

Saat ini sampel air telah diambil untuk dilakukan pengujian laboratorium guna mengetahui kondisi kualitas air dan kemungkinan adanya kandungan bahan pencemar.

Baca juga: Heboh Ikan Mati Massal di Aliran Irigasi, Perumdam Karawang Pastikan Kualitas Air Masih Dipantau

“Untuk sementara kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di lokasi tersebut. Kita belum mengetahui kondisi airnya seperti apa, termasuk nilai pH maupun kandungan lainnya. Saat ini sampel sedang diuji di laboratorium dan hasilnya diperkirakan baru keluar sekitar 14 hari ke depan,” ujarnya kepada tvberita melalui sambungan telepon pada Selasa, (2/6).

Menurut Lucky, langkah kehati-hatian perlu dilakukan sampai hasil pemeriksaan laboratorium diketahui secara pasti. Pasalnya, belum dapat dipastikan apakah kematian ikan disebabkan oleh perubahan kualitas air, limbah tertentu, atau faktor lingkungan lainnya.

“Karena kita belum mengetahui secara pasti kondisi airnya, termasuk tingkat keasaman (pH) maupun parameter kualitas air lainnya, masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi ikan tersebut. Kami khawatir apabila ada kandungan tertentu yang berbahaya justru dapat menimbulkan risiko kesehatan,” katanya.