Beranda Headline KPM PKH Didorong Hitung Harga Pokok Produksi, UMKM Tak Lagi Rugi

KPM PKH Didorong Hitung Harga Pokok Produksi, UMKM Tak Lagi Rugi

Pkm pkh
PKH Kecamatan Darangdan menggelar kegiatan FDS Dynamix dengan tema khusus HPP di Aula Desa Nagrak (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA – Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Darangdan menggelar kegiatan Family Development Session (FDS) Dynamix dengan tema khusus Harga Pokok Produksi (HPP) di Aula Desa Nagrak, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan masyarakat umum, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga dan pemahaman tentang strategi usaha yang berkelanjutan.

“Kami ingin KPM PKH tidak hanya menjadi penerima bantuan, tapi juga mandiri secara ekonomi. Salah satu tantangan UMKM adalah kurang memahami Harga Pokok Produksi (HPP),” ujar Anshar Ramdani, Koordinator Kecamatan Pendamping PKH.

Baca juga: DPC Apdesi Purwakarta 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Purwakarta Istimewa

Sesi berlangsung interaktif melalui paparan materi praktis, studi kasus usaha rumahan, serta simulasi langsung penghitungan Harga Pokok Produksi. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Dedeh Nurhayati, S.Sos., pelaku usaha kreatif dari Simping Hj Entin sekaligus fasilitator Mercy Corps Indonesia.

“Banyak UMKM asal menambahkan margin keuntungan tanpa tahu HPP sebenarnya. Akibatnya, usaha sulit berkembang,” jelas Dedeh dalam sesi motivasi.

Antusiasme peserta tampak tinggi. Salah satunya, Ai Siti Maryam, KPM PKH yang juga pelaku usaha makanan ringan, mengaku baru menyadari kesalahan dalam menentukan harga jual.

“Ternyata harga produk saya terlalu murah. Sekarang saya tahu cara menghitung Harga Pokok Produksi secara lengkap,” ungkapnya.

Anshar berharap kegiatan ini dapat digelar secara rutin dengan topik yang lebih luas seperti pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha.

Baca juga: Dua Siswa MAN Purwakarta Raih Beasiswa Penuh ke Qatar dan Mesir

“Lewat FDS Dynamix, kami ingin tumbuh UMKM mandiri dari kalangan KPM PKH. Ketika mereka naik kelas, kesejahteraan keluarga pun ikut meningkat,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara program bantuan sosial pemerintah dan upaya pemberdayaan ekonomi lokal hingga ke tingkat desa. (*)