PURWAKARTA-Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara sebuah lembaga pendidikan Islam berstandar internasional hadir di Kabupaten Purwakarta dan diresmikan Sabtu (6/6) di Auditorium Mesjid Endan Andansih Desa Neglasari Purwakarta.
Peresmian sekolah berkonsep International Islamic Boarding School tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala BPKP RI sekaligus Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih Muhammad Yusuf Ateh, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Syafrie Sjamsudin hingga Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar.
Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara merupakan sekolah berasrama unggulan yang diinisiasi Yayasan Endan Andansih Ateh dengan mengusung motto “Berakhlak Islami, Berbudaya Nusantara, Berdaya Saing Global”.
Konsep pendidikan yang diterapkan memadukan sistem pesantren modern dengan penguatan sains, teknologi, serta pembentukan karakter kepemimpinan.
Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih, Muhammad Yusuf Ateh, mengatakan kehadiran sekolah tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, dengan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak, anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar layak dan berkualitas khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan terbaik, kemiskinan jangan jadi penghalang untuk meraih masa depan,” ucapnya.
“Diharapkan para dermawan, investor, dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi mendukung keberlangsungan program pendidikan tersebut,” tegasnya.
Dikatakan keyakinan dalam investasi di bidang pendidikan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi bangsa.
Ketua Yayasan Endan Andansih, Endang Usman mengatakan bahwa MA Insan Cendekia Nusantara dirancang sebagai satuan pendidikan menengah berciri khas Islam yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pembinaan karakter, dan kehidupan berasrama.
Membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang moderat dan kontekstual, mandiri, unggul dalam bidang sains dan teknologi, serta mampu berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat global.
“Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut,” ungkap Endang.
MA Insan Cendekia Nusantara membuka kuota sebanyak 120 siswa yang akan terbagi dalam 8 kelas, dengan jumlah maksimal 20 siswa per kelas. Proses penerimaan peserta didik baru masih dibuka hingga akhir Juni 2026.
Sekolah ini diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan calon pemimpin bangsa dari berbagai latar belakang masyarakat dengan konsep Pendidikan Islam Modern.(trg)









