Beranda Headline Macan Tutul Sanggabuana Berkeliaran Dekat Perkampungan di Purwakarta

Macan Tutul Sanggabuana Berkeliaran Dekat Perkampungan di Purwakarta

Macan tutul sanggabuana di purwakarta
Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) kembali terekam kamera trap SCF di Pegunungan Sanggabuana wilayah Purwakarta. Dalam foto yang diterima, macan tutul jawa ini terekam pada tanggal 11 Juni 2023 pada pukul 12.53 WIB. (Foto/SCF)

Selain macan tutul jawa, kamera trap yang dipasang juga berhasil merekam satwa lain seperti kancil (Tragulus kanchil), trenggiling (Manis javanica), ayam hutan (Gallus gallus), musang (Viverricula malaccensis), dan burung paok pancawarna (Pitta guajana).

Menurut Bernard, hampir semua satwa yang terekam oleh kamera trap ini merupakan jenis satwa dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No. 106/2018. Selain satwa liar isi hutan, di beberapa frame terrekam juga dua orang pemburu menenteng senapan melewati kamera trap.

Mokhamad Aripin, warga Sukasari yang juga pimpinan Kompas menyambut baik dengan terekamnya macan tutul jawa dan satwa lain di Sukasari ini. Aripin mengakui, sebagian besar warga tentu khawatir dengan kemunculan macan tutul dekat perkampungan ini.

Baca juga: Pegunungan Sanggabuana Karawang Disiapkan Jadi Kawasan Konservasi

“Tapi untuk kami yang bergiat di lingkungan justru bangga dan haru, dengan temuan ini membuka mata kami ternyata keanekaragaman hayati hutan Sanggabuana di wilayah kami cukup lengkap,” terang Aripin.

Menurut Aripin, setelah temuan kemunculan macan tutul jawa di wilayah hutan Sukasari ini, dia dan teman-teman Kompas serta LMDH dan Pokdarwis segera mengedukasi masyarakat. Terutama mengedukasi para pemburu untuk tidak berburu satwa liar di Sanggabuana.

Temuan-temuan satwa langka dilindungi di hutan Sanggabuana wilayah Sukasari ini potensial, masyarakat bisa ikut mengelola hutan dengan basis konservasi.

“Data yang dipaparkan teman-teman Ranger saja sudah terdata 163 jenis burung, dan berlimpah diatas kampung kami, ini bisa dikelola menjadi wisata minat khusus. Misalnya untuk birdwatching, yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat, dari jasa guide, porter, kuliner, penginapan, dan sektor lain,” lanjut Aripin. (*)