JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menyebut, di tahun 1970-an, Polri dikenal sebagai institusi yang angker. Jauh dari nilai keislaman. Namun kali ini telah berubah.
Hal itu diungkapkan Mahfud saat memperingati Hari Santri Nasional 2022 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (22/10).
Kala itu, tutur Mahfud MD, institusi Polri dikenal jauh dari Islam. Namun saat ini, lantunan ayat suci Al-Quran kerap terdengar di markas Polri.
“Markas-markasnya sudah sering menjadi tempat pengajian, tempat Al-Qur’an, bahkan di lingkungan Polri ada seragam muslimah Polri yang dipakai saat dinas di lapangan,” ujar Mahfud melansir dari detik.com.
Baca juga: Ksatria Tengkorak, Brimob Damai Cartensz dan TNI-Polri Borong Hasil Bumi Masyarakat Intan Jaya
Mahfud juga menyebut lulusan pesantren saat ini telah menduduki berbagai jabatan penting. Dia mengatakan santri bisa masuk ke berbagai sektor.









