TVBERITA.CO.ID – Korea Utara dikenal sebagai negara yang memiliki aturan ketat dalam kehidupan sehari-hari warganya. Salah satu peraturan yang cukup mencuri perhatian adalah larangan pemakaian celana jeans. Larangan ini tidak hanya berlaku di pusat-pusat pemerintahan, tetapi juga menyasar masyarakat umum di seluruh penjuru negeri.
Baca juga: Rayakan Dies Natalis ke-10, UBP Karawang Gelar Turnamen Futsal untuk Dosen dan Tendik
Alasan utama di balik larangan ini adalah karena celana jeans dianggap sebagai simbol budaya Barat, khususnya Amerika Serikat. Dalam pandangan pemerintah Korea Utara, Amerika Serikat dianggap sebagai musuh ideologis, sehingga segala sesuatu yang terkait dengan budaya Barat, terutama yang berasal dari Amerika, dipandang sebagai ancaman terhadap nilai-nilai sosialisme yang dijunjung tinggi di negara tersebut. Jeans, sebagai ikon budaya populer Amerika, dianggap bertentangan dengan ideologi Juche yang dipegang teguh oleh pemerintah.
Selain itu, larangan penggunaan celana jeans ini juga bagian dari upaya pemerintah Korea Utara untuk mengontrol pengaruh asing yang masuk ke dalam negeri. Mereka khawatir bahwa penggunaan barang-barang yang berkaitan dengan budaya luar akan mengikis identitas dan loyalitas rakyat terhadap pemerintah dan negara.
Tidak hanya celana jeans, pemerintah Korea Utara juga mengatur secara ketat gaya berbusana, mulai dari gaya rambut hingga jenis pakaian yang diperbolehkan dipakai oleh warga. Aturan-aturan ini bertujuan untuk menjaga “keseragaman” dan mencegah warganya terpengaruh oleh budaya asing yang dianggap dapat merusak tatanan sosial.
Baca juga: Hebat, Purwakarta Dijadikan Daerah Pengolahan Limbah B3
Meskipun larangan ini terkesan ketat dan tidak biasa bagi banyak orang di luar Korea Utara, bagi rakyat negara tersebut, aturan seperti ini merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus ditaati. (*)










