Beranda Headline Gagal Berangkat ke Arab Saudi, Puluhan Calon PMI Ilegal Dipulangkan ke Daerah...

Gagal Berangkat ke Arab Saudi, Puluhan Calon PMI Ilegal Dipulangkan ke Daerah Asal

KARAWANG – Sebanyak 46 CPMI (calon pekerja migran Indonesia) yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi berhasil digagalkan. Disnakertrans (dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi) Kabupaten Karawang menyebut, saat ini mereka telah dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

Kasus ini terungkap bermula dari penggerebekan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jabar ke sebuah rumah penampungan di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok pada Minggu (24/7).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui 46 CPMI tersebut tersebar dari berbagai daerah, 3 diantaranya berasal dari Karawang.

Baca juga: 11.605 Bungkus Rokok Ilegal Beredar di Kota Bekasi, Potensi Kerugian Capai 156 Juta

“Total ada 46 orang, dari Jabar ada 12 orang, 3 dari Karawang, 3 Indramayu, 1 Subang, 1 Cianjur, 1 Kuningan, 1 Garut, 1 Bekasi dan 1 Majalengka. Selebihnya dari NTB 24 orang, 7 Kalimantan Selatan, 2 Palembang dan 1 dari Banten,” sebut Kabid Pentaker (penempatan tenaga kerja) Disnakertrans Karawang, Endang Syafrudin.

Endang menyebut, 43 CPMI ilegal itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya. Sementara 3 orang asal Karawang langsung dijemput pihak keluarga.

“Senin malam jam 10.00 WIB semua yang berasal dari luar Karawang dijemput pihak Dinsos jabar untuk dipulangkan. Sementara dari Karawang langsung dijemput oleh keluarga dan pihak desa,” kata dia.

Perusahaan Penyalur PMI Tak Berizin

Dirinya menuturkan, proses pemberangkatan CPMI tersebut dipastikan ilegal. PT TIM (Tebar Insan Mandiri) selaku penyalur pekerja belum memiliki izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Baca juga: Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Tiga Bulan Kedepan, Warga Karawang Diminta Waspada

“Sepanjang yang kita ketahui, ada database yang melakukan rekrutmen PMI. Namun PT TIM ini tidak terdaftar (P3MI), jadi kita tidak bisa menelusuri operasional mereka sejak kapan,” jelas Endang.

Oleh PT TIM, mereka hendak diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjadi ART. Persyaratan seperti medical check up, paspor dan visa kerja tengah dipersiapkan.

“Semuanya perempuan dan dijanjikan sebagai ART. Mereka sudah medical check up, tinggal persiapan pembuatan paspor dan visa kerja,” katanya.

Untuk pembiayaan sendiri, pihaknya belum mengetahui pasti. Sebab pendataan tersebut ditangani oleh Polres Karawang. “Kita belum mengetahui pasti. Yang mereka tau itu (pemberangkatan) ini resmi,” tandasnya. (kii)