Beranda Headline MPLS 2025 Jawa Barat Usung Nilai Pancawaluya, Tak Sekadar Perkenalan Sekolah

MPLS 2025 Jawa Barat Usung Nilai Pancawaluya, Tak Sekadar Perkenalan Sekolah

MPLS 2025 jawa Barat
Kegiatan upacara anak sekolah dasar (SD) (Foto: Istimewa)

TVBERITA.CO.ID – Dinas Pendidikan Jawa Barat resmi merilis panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2025/2026 dengan pendekatan tematik baru bertajuk “Pancawaluya”.

Program MPLS kali ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan sekolah, tetapi juga sarana penguatan karakter siswa baru berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sunda.

Istilah Pancawaluya merujuk pada lima nilai utama yang diharapkan tertanam dalam diri peserta didik baru, yakni: Cageur (sehat jasmani-rohani), Bageur (berakhlak baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (peka-kreatif).

Baca juga: 479 PPPK Dilantik Bupati Purwakarta, Siap Tingkatkan Pelayanan Publik

Tujuannya adalah membentuk Manusa Waluya—manusia utuh yang tangguh secara intelektual, emosional, dan sosial.

Pelaksanaan MPLS dijadwalkan selama 5 hari mulai 14 Juli 2025, dengan fokus kegiatan pada:

  • Pengenalan sekolah dan budaya satuan pendidikan,
  • Internalisasi nilai karakter,
  • Pendidikan kebangsaan, bela negara, hingga ekologi,
  • Dan penanaman sikap anti-kekerasan serta literasi digital.

Kegiatan akan dikemas dengan metode kreatif seperti pembelajaran berbasis cerita rakyat, kontrak belajar karakter, aksi lingkungan, hingga keterlibatan alumni serta TNI/Polri.

MPLS Pancawaluya: Inklusif dan Bebas Kekerasan

Disdik Jawa Barat menegaskan bahwa MPLS 2025 Pancawaluya bebas perploncoan, tidak ada atribut tidak edukatif seperti tas karung, aksesoris aneh, atau papan nama rumit. Semua kegiatan harus inklusif, menyenangkan, dan berada dalam pengawasan guru.

Tidak ada pungutan biaya dan peserta diperbolehkan mengenakan seragam jenjang sebelumnya atau pakaian yang disepakati, tanpa membebani wali murid.

Silabus MPLS mencakup tema:

  • Anti korupsi,
  • Pencegahan perundungan dan kekerasan seksual,
  • Literasi digital dan bermedia sosial,
  • Toleransi dan moderasi beragama,
  • Tata tertib lalu lintas, P4GN, dan asesmen literasi-numerasi.

Baca juga: BKAD Diduga Bohong, TDF Tak Pernah Disebut Di Badan Anggaran DPRD

Evaluasi dan Saluran Aduan

Pelaksanaan MPLS akan dievaluasi secara menyeluruh oleh panitia sekolah, Disdik Jawa Barat, serta Kemendikdasmen. Peserta didik, guru, dan orang tua diberi ruang memberikan umpan balik partisipatif.

Hasil evaluasi wajib dilaporkan dan menjadi bahan pengembangan program. Masyarakat dapat mengirimkan aduan melalui kanal ULT Kemendikdasmen (177) atau platform LAPOR.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan harapan besarnya terhadap pelaksanaan MPLS Pancawaluya.

“Meski waktunya hanya lima hari, kalau efektif, jiwa kebangsaan bisa tumbuh. Mereka akan satu tekad untuk jadi generasi yang unggul,” pungkasnya. (*)