Beranda Headline MPLS Sepi, SMK Pasundan Cijulang Hanya Terima 6 Siswa Baru

MPLS Sepi, SMK Pasundan Cijulang Hanya Terima 6 Siswa Baru

SMK Pasundan Cijulang
Suasana MPLS di SMK Pasundan CIjulang. Sekolah ini hanya memiliki 6 siswa saja (Foto: detikJabar) 

TVBERITA.CO.ID – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Pasundan Cijulang terasa sunyi. Pasalnya, hanya enam siswa baru yang hadir di hari pertama tahun ajaran 2025/2026, Senin (14/7/2025).

Jumlah siswa baru yang sangat minim ini menjadi perhatian serius pihak sekolah. Dari total tujuh orang yang mendaftar, hanya enam yang datang mengikuti MPLS—tiga laki-laki dan tiga perempuan.

“Terakhir saat pendaftaran ada tujuh orang, tapi yang hadir saat MPLS hanya enam siswa,” ujar Kepala Sekolah SMK Pasundan Cijulang, Asep Deni Kusmaya, dengan nada miris.

Baca juga: PKBM Assolahiyah Karawang Kenalkan Nilai Aswaja NU dalam MPLS 2025

Padahal, sekolah ini menawarkan jurusan yang cukup diminati seperti Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Manajemen Bisnis Pemasaran, dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Namun, kondisi ini memaksa sekolah harus menyebar siswa ke tiga jurusan yang tersedia, bahkan kemungkinan satu jurusan hanya akan diisi satu atau dua siswa.

Asep menyebut, jumlah siswa baru yang anjlok merupakan dampak dari perubahan pola Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) dan kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

“Kebijakan satu rombel 50 orang di sekolah negeri tidak proporsional. Ini sangat mengkhawatirkan bagi SMK swasta seperti kami,” tegas Asep.

Ia menambahkan, dari 24 SMK swasta di Kabupaten Pangandaran, mayoritas terdampak kondisi serupa. Bahkan, jumlah peserta didik di SMK Pasundan Cijulang anjlok dari 17 orang tahun lalu menjadi hanya 6 tahun ini.

“Kalau dijumlahkan total siswa sekarang hanya 64 untuk tiga tingkat,” katanya.

Baca juga: MPLS 2025 Jawa Barat Usung Nilai Pancawaluya, Tak Sekadar Perkenalan Sekolah

Meski begitu, para siswa baru yang mengikuti MPLS tetap menunjukkan semangat belajar. Siti Aulia (16), salah satu siswa baru, mengaku memilih sekolah tersebut karena dekat dengan rumah dan tidak banyak saingan.

“Bisa jalan kaki ke sekolah, biayanya juga lebih hemat,” ujar Siti.

Senada, Ilham Maulana (17) mengatakan, meskipun jumlah siswa sedikit, ia tetap ingin menempuh pendidikan dan berharap bisa bekerja atau membuka usaha setelah lulus.

“Yang penting sekolah dulu, nanti ke depannya bisa cari kerja atau usaha sendiri,” ucapnya.

Meski sunyi, MPLS di SMK Pasundan Cijulang tetap dijalankan sesuai prosedur, menjadi simbol semangat sekolah swasta dalam menjaga eksistensi pendidikan meski menghadapi tantangan berat. (*)