
Di samping itu, Dedi berharap kegiatan ini bukan hanya kompetisi seremonial semata, ia mengajak kepada seluruh peserta MTQH dan seluruh masyarakat untuk kembali menanamkan nilai-nilai qur’ani dalam kehidupan nyata.
Baca juga: Serikat Pekerja Demo PT di Karawang, Tuntut Leader Mundur Gegara Samakan Buruh dengan Kerbau
“Alquran harus menjadi sumber kebijakan yang adil, sumber tindakan yang penuh kasih, dan sumber semangat untuk membela kaum miskin dan anak yatim,” tegasnya.
Dedi berharap, MTQH ini bisa melahirkan generasi muda yang tak hanya mahir membaca Alquran, tetapi juga mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.
Dengan menjadikan Alquran sebagai pusat pembentukan karakter, diharapkan tercipta generasi Qurani yang mampu membangun peradaban dengan cinta, ilmu dan keikhlasan. (*)








