Beranda Headline 23 Spesies Ikan Endemik Teridentifikasi di Citarum Hilir, Belida Jawa Menghilang

23 Spesies Ikan Endemik Teridentifikasi di Citarum Hilir, Belida Jawa Menghilang

Ikan endemik citarum
ForkadasC+ Foundation mengungkap potensi keanekaragaman hayati di Sungai Citarum Hilir melalui survei identifikasi ikan endemik yang dilakukan pada 2026. 

KARAWANG  – Forum Komunikasi DAS Citarum (ForkadasC+) Foundation kembali mengungkap potensi keanekaragaman hayati di Sungai Citarum Hilir melalui survei identifikasi ikan endemik yang dilakukan pada 2026.

Hingga pertengahan survei, tim berhasil mengidentifikasi puluhan spesies ikan, udang, reptil, hingga kepiting sungai yang masih bertahan di kawasan tersebut.

Relawan ForkadasC+ Foundation Karawang, Willy Firdaus mengatakan, survei saat ini telah menjangkau wilayah Tunggak Jati hingga Muara Gembong. Sementara itu, survei akan dilanjutkan pada ruas Tanjungpura hingga Bendungan Jatiluhur.

Baca juga: Dua Hari Hilang Terseret Arus Citarum, Remaja di Karawang Ditemukan Meninggal Dunia

“Survei identifikasi ikan endemik Sungai Citarum Hilir masih berlangsung. Saat ini kami baru menyelesaikan sekitar setengah perjalanan. Setelah ini, survei akan dilanjutkan dari Tanjungpura hingga Bendungan Jatiluhur,” ujar Willy dikutip Senin, (3/8).

Dari hasil pendataan sementara, tim menemukan 23 spesies ikan, 2 spesies udang, 3 spesies reptil, dan 1 spesies kepiting sungai.

Ikan endemik citarum
ForkadasC+ Foundation mengungkap potensi keanekaragaman hayati di Sungai Citarum Hilir melalui survei identifikasi ikan endemik yang dilakukan pada 2026.

Spesies yang paling banyak ditemukan adalah ikan tawes (Barbonymus gonionotus) dengan total 88 ekor. Sementara udang galah (Macrobrachium rosenbergii) juga tercatat melimpah, terutama di kawasan Pakisjaya hingga Muara Gembong dengan berbagai ukuran.

Baca juga: Usai Cikampek, Giliran Akses Tol Karawang Timur yang Dibenahi, 90 Bangli Diminta Bongkar Mandiri

Selain itu, survei juga mencatat temuan sejumlah spesies yang menjadi perhatian karena keberadaannya yang semakin jarang.

Ikan ompok (Ompok siluroides) pertama kali teridentifikasi di Sungai Citarum Hilir wilayah Rengasdengklok pada 2018. Pada 2024, spesies ini kembali ditemukan di Medangasem, dan pada survei 2026 kembali teridentifikasi sebanyak dua ekor di lokasi yang sama.

Sementara itu, Belida Jawa (Notopterus notopterus) yang sempat ditemukan pada 2018 di wilayah Adiarsa, Karawang, belum berhasil ditemukan kembali dalam survei 2026.

Baca juga: Giliran 59 PKL di Jalan Tuparev Karawang Dapat Peringatan: Bongkar Mandiri Sebelum Ditertibkan

Adapun sisili sungai (Mastacembelus armatus) tercatat ditemukan sebanyak dua ekor di wilayah Walahar pada 2023 dan kembali teridentifikasi tiga ekor di Medangasem pada 2024.

Menurut Willy, hasil identifikasi ini diharapkan menjadi data penting untuk mendukung upaya konservasi serta menjaga kelestarian ekosistem Sungai Citarum.

“Data yang kami kumpulkan menjadi gambaran kondisi keanekaragaman hayati di Citarum Hilir. Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian sungai agar habitat berbagai spesies asli tetap terjaga,” pungkasnya. (*)