
Pelatihan ini, lanjut dia, telah dilaksanakan pada periode bulan Agustus (angkatan pertama) dan September (angkatan kedua) di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Jawa Tengah.
Baca juga: Perkuat Layanan Digital, BPS Karawang Revisi Tampilan Infografis Lebih Menarik
“Selanjutnya juga akan ada lagi, ini program nginduknya ke KKP. Lebih ke pelatihan profesi, kita juga sedang menyusun anggaran untuk pelatihan selanjutnya, bagi nelayan yang belum pelatihan,” terangnya.
Di samping itu, ia menginformasikan. Sejauh ini belum ada data nelayan yang meninggal saat melaut. Namun, para nelayan perlu mendapatkan edukasi seputar keselamatan di laut.
“Sepanjang tahun 2024 ada 8 nelayan yang meninggal, tetapi bukan karena kecelakaan laut. Kami juga menginformasikan, nelayan mendapatkan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Yang meninggal karena sakit diberi bantuan 42 juta/orang dan kalau kecelakaan di laut 72 juta/orang. Meski begitu, nelayan harus dapat edukasi khusus tentang profesi yang digelutinya,” tutup dia. (*)








